PKS Nilai Gibran Lebih Cocok Jadi Ketum PSI, Ini Alasannya

PSI akan menggelar Pemilu Raya untuk memilih ketua umum baru. Sejauh ini, ada dua nama kuat yang masuk bursa caketum PSI, yakni Jokowi dan Kaesang Pangarep. Namun PKS justru melihat, Gibran yang cocok menjadi penerus Kaesang di PSI.

oleh Tim NewsDiperbarui 20 Mei 2025, 06:40 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep datang ke Pekanbaru Riau, Kamis (25/1). Kaesang mengampanyekan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Gibran (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bakal menggelar Pemilu Raya untuk memilih ketua umum (Ketum) baru. Pemilu Raya merupakan salah satu rangkaian Kongres PSI yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah pada Juli 2025 mendatang. 

Dua nama calon Ketum PSI yang menguat saat ini adalah petahana Kaesang Pangarep dan ayahnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Kaesang diketahui menjabat sebagai Ketum PSI sejak 25 September 2023 hingga saat ini. 

Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru melihat Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka yang lebih cocok menjadi Ketum PSI selanjutnya.

"Yang cocok jadi ketum PSI ya Mas Gibran lah. Kan dia wakil presiden RI," kata Juru bicara PKS Ahmad Mabruri lewat pesan menanggapi siapa yang cocok jadi Ketum PSI, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, Gibran sebaiknya mengikuti bursa calon ketum PSI. Dia meyakini, mantan Wali Kota Solo itu daoat diterima dengan baik di PSI, layaknya sang adik Kaesang Pangarep.

"Kalau masalah cocok untuk mimpin partai, ya dicoba aja dulu. Kaesang saja diterima baik oleh kader PSI," kata Mabruri.

 

Jokowi dan Kaesang Masuk Bursa Calon Ketum PSI

Presiden Joko Widodo kembali bertemu dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan kadernya di Deli Serdang, Sumatera Utara. (Ist)

Sebelumnya diberitakan, nama Presiden ke-7 RI Jokowi menguat sebagai calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua Fraksi PSI DPRD Jakarta William Aditya Sarana menyatakan setuju dengan masuknya nama Jokowi menjadi kandidat calon Ketum PSI.

“Pak Jokowi yang kerja nyatanya sudah kami rasakan sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta patut menjadi calon Ketua Umum PSI," kata William dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/5).

William menyatakan Jokowi juga sudah memberikan kontribusi salah satunya menggagas 'Partai Super Terbuka' yang menginspirasi PSI menyelenggarakan Pemilihan Raya ini.

"Wajar apabila kader PSI memberikan tempat yang istimewa baginya di sini," ujarnya

Selain Jokowi, nama Ketum PSI petahana Kaesang Pangarep disebut pada saat yang bersamaan dalam diskusi yang berlangsung di internal partai.

"Nama Mas Kaesang juga turut disebut dalam diskusi internal partai kami. Ia juga diharapkan bisa melanjutkan kepemimpinannya yang sudah baik ini ke depan," kata dia.

Pendaftaran Caketum PSI Dibuka

Wakil Ketua PSI Andy Budiman (kedua dari kiri) saat jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2025) (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Sementara itu, proses pendaftaran bakal calon ketua umum PSI telah dibuka sejak 13 Mei dan akan berlangsung hingga 18 Juni 2025. Masa pendaftaran ini menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk melakukan lobi dan mendapatkan dukungan dari berbagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Andy Budiman menjelaskan bahwa terdapat syarat minimal dukungan yang harus dipenuhi oleh setiap kandidat.

"Kita baru dibuka pendaftaran, ini masa di mana kandidat melobi DPW DPD, karena syarat mendaftar minimal mendapat dukungan 5 DPW dan 20 DPD. Proses masih berlangsung. Kita lihat saja masih ada waktu," katanya saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).

Syarat dukungan ini menjadi penting karena menunjukkan sejauh mana seorang kandidat memiliki jaringan dan dukungan yang kuat di internal partai. Hal ini juga menjadi indikator potensi kandidat untuk memimpin dan membawa perubahan positif bagi PSI. 

Ketum PSI Terpilih Akan Diumumkan di Kongres Solo

Ketum PSI Kaesang Pangarep hadir di acara relawan Alap Alap Jokowi di SICC, Bogor, Sabtu (7/10/2023). Namun dalam sambutannya, Presiden Jokowi yang juga hadir dalam acara tersebut tidak menyapa Kaesang. (Merdeka.com/Lydia Fransisca)

Setelah masa pendaftaran berakhir, Komite Kongres PSI akan melakukan verifikasi terhadap berkas persyaratan yang diajukan oleh para bakal calon. Selain kelengkapan dokumen administrasi, terdapat pula syarat politik yang harus dipenuhi.

Setelah proses verifikasi selesai, Komite Kongres PSI akan mengumumkan nama-nama bakal calon ketua umum yang memenuhi syarat untuk mengikuti Pemilu Raya pada 18 Juni 2025. 

Selanjutnya, para calon ketua umum yang lolos verifikasi akan memasuki tahap kampanye. Pada tahap ini, mereka akan menyampaikan visi, misi, dan program kerja kepada seluruh kader PSI.

Setelah masa kampanye selesai, akan dilakukan pemungutan suara melalui sistem e-voting selama satu minggu, mulai dari 12 hingga 19 Juli 2025. Seluruh kader PSI dapat memberikan suara mereka secara online melalui platform yang telah disediakan.

Hasil Pemilu Raya akan diumumkan saat Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah pada 19 Juli 2025. "E-voting 12-19 Juli nanti 19 Juli diumumkan siapa pemenangnya di Kongres Solo," pungkas Andy.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com

Infografis Kaesang Pangarep Jadi Ketum PSI. (Liputan6.com/Abdillah

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya