Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia dipastikan tanpa Ragnar Oratmangoen pada laga melawan China dan Jepang di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Lantas, siapa pemain yang bisa jadi pengganti peran Ragnar Oratmangoen pada dua laga tersebut?
Ragnar Oratmangoen tampil sangat bagus pada duel lawan Bahrain, Maret 2025 lalu. Dia punya kolaborasi yang bagus dengan Marselino Ferdinan dan Ole Romeny di lini depan pada laga yang dimenangkan Indonesia tersebut.
Advertisement
Namun, Ragnar akan absen saat Indonesia berjumpa China (5/6) dan Jepang (10/6). Nama pemain FCV Dender itu tidak masuk dalam daftar 32 nama yang dipanggil Patrick Kluivert untuk ikut pemusatan latihan (TC) di Bali.
"Ragnar tidak dipanggil karena sedang sakit, jadi bukan karena apa-apa. Karena alasan kesehatan ya, jadi dia tidak bisa ikut dalam pertandingan kali ini," kata Arya Sinulingga sebagai anggota Exco PSSI beberapa waktu lalu.
Egy Maulana Vikri yang Kian Matang
Egy telah berkembang menjadi pemain yang jauh lebih matang. Pengalamannya di Eropa, meskipun tidak selalu mulus, telah membentuknya menjadi pemain yang lebih dewasa dalam mengambil keputusan di lapangan.
Sebagai gelandang serang atau winger, Egy memiliki visi bermain yang baik, umpan-umpan terukur, dan kemampuan mencetak gol dari posisi tak terduga.
Selain itu, Egy juga punya visi bermain yang bagus. Dia bisa memberikan umpan yang sulit diprediksi lawan. Catatan 12 gol dan tujuh assist dari 29 laga BRI Liga 1 jadi bukti bahwa Egy bisa diandalkan di lini depan.
Stefano Lilipaly yang Tak Lekang Oleh Waktu
Nama Stefano Lilipaly mungkin bukan nama baru, tapi performanya tak pernah usang. Gelandang serang naturalisasi ini adalah veteran yang memiliki pengalaman segudang di kancah sepak bola nasional maupun internasional.
Lilipaly mungkin kehilangan sebagian kecepatannya, akan tetapi dia adalah pemain yang sangat cerdas dalam membaca permainan dan memberikan umpan-umpan kunci yang membelah pertahanan lawan.
Masalahnya, dia baru pulih dari cedera bersama Borneo FC. Dia bahkan belum pernah bermain penuh sejak pada 2025 ini. Namun, dia tetap bisa jadi pilihan komplit untuk menghadapi lawan-lawan sekelas China dan Jepang.