Modal Asing Masuk Rp 4,14 Triliun ke Indonesia di Pekan Kedua Mei 2025

Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing mengalir masuk pada pekan Kedua Mei 2025. Sepanjang 2025, tercatat masih banyak modal asing yang keluar dari Indonesia.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 18 Mei 2025, 10:31 WIB
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing mengalir masuk pada pekan Kedua Mei 2025. Sepanjang 2025, tercatat masih banyak modal asing yang keluar dari Indonesia.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan,data transaksi 14 sampai 15 Mei 2025, secara agregat nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp4,14 triliun

“Nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp4,14 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp4,52 triliun di pasar saham dan Rp1,14 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta jual neto sebesar Rp1,52 triliun di pasar SBN,” kata Ramdan dikutip dari situs resmi Bank Indonesia, Minggu (18/5/2025).

Ramdan menambahkan sepanjang tahun 2025 (ytd), berdasarkan data setelmen s.d. 15 Mei 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp52,53 triliun di pasar saham dan Rp20,54 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp29,10 triliun di pasar SBN. 

Kinerja Rupiah

Adapun untuk premi CDS Indonesia 5 tahun per 15 Mei 2025 sebesar 83,34 bps, turun dibandingkan dengan 9 Mei 2025 sebesar 88,93 bps.

Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.510 per dolar AS. Sedangkan Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 6,90%

 

Rupiah Sempat Menguat

Selain rupiah, pada penutupan perdagangan, Senin (13/1/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Rupiah (IDR) terapresiasi pada perdagangan hari Jumat (16/5), didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang semakin tinggi setelah melemahnya data-data ekonomi AS. Nilai Rupiah terhadap dolar AS terapresiasi 0,46% ke level Rp16.440 per Dolar AS pada Jumat (16/5/2025).

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengungkapkan bahwa deflasi dari sisi produsen membuka ruang perlambatan inflasi lebih lanjut di tingak konsumen, sehingga terdapat potensi penurunan suku bunga yang lebih cepat.

“Ekspektasi ini kemudian mendorong sentimen risk-on di pasar keuangan Asia, sehingga hampir sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap Dolar AS,” ujar Josua kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

 

Prediksi Rupiah Pekan Depan

Tercatat ada sebanyak 234 saham yang mengalami kenaikan, 383 turun, dan 186 stagnan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Josua mencatat, Rupiah di pekan ini mampu menguat 0,46% wtw, akibat dari sentimen risk-on dari sisi perang dagang serta dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

“Pada pekan depan, Rupiah berpotensi melemah terbatas jelang pengumuman RDG BI pada tanggal 21 Mei mendatang. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran IDR16.400-16.525 per Dolar AS,” bebernya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya