Liputan6.com, Jakarta - Sebagai pembeli kopi Arabika premium Indonesia terbesar, Starbucks Indonesia menandai debutnya di ajang World of Coffee Asia 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Pada acara yang berlangsung pada 15 Mei sampai 17 Mei 2025 ini, Starbucks mengajak pengunjung untuk merasakan perjalanan kopi Indonesia.
Dimulai dari asal-usulnya di perkebunan, hingga sampai di panggung global. Di stan Starbucks pengunjung bisa dapat menjelajahi perjalanan kopi mulai dari biji kopi hingga ke cangkir, mengetahui kekayaan warisan di balik kopi Starbucks Indonesia, dan mempelajari tentang kontribusi jangka panjang Starbucks Indonesia untuk para petani.
Advertisement
Para pengunjung juga dapat menikmati cita rasa yang bold dan earthy dari minuman Starbucks Indonesia bersama dengan pilihan kopi dari seluruh dunia, yang dibuat oleh para barista di Brewers Bar. Selain itu, ada sesi cupping (mencicipi kopi sensorik) yang dipimpin oleh Sergio Alvarez, Master Coffee Developer di Starbucks asal Kosta Rika.
Kita bisa mendapatkan penyelaman mendalam ke dalam rasa, aroma, dan kualitas yang mendefinisikan kopi Indonesia di Starbucks.
Memahami Kopi Indonesia
Meski berasal dari Kosta Rika di benua Amerika, Sergio ternyata sangat memahami kopi Indonesia, tak hanya dari soal rasa tapi juga bentuk dan aromanya.
Sergio yang memegang posisi sebagai Senior Manager, Coffee Strategy Development & Integration Starbucks ini mengaku kagum pada kopi Indonesia dan bahkan bisa mengidentifikasi cita rasa khas kopi Indonesia yang umumnya terasa kuat aroma rempah-rempaah maupun herbal. Menurutnya, setiap pulau di Indonesia punya cita rasa kopi yang unik dan berbeda.
"Saya dan tim telah mencoba begitu banyak produk kopi tapi saya selalu bisa langsung tahu apakah saya minum Sumatra kopi, Sulawesi atau Jawa yang lebih terasa aroma sitrusnya," terang barista yang juga seorang master coffee ini.
"Kuncinya karena saya banyak mencoba dan mengamati, saya jadi tahu ciri khas kopi baik dari masih berbentuk biji dan bubuk sampai kemudian diseduh. Saya sudah coba berbagai jenis kopi dan Indonesia temrasuk yang terbaik bagi saya," sambungnya.
Dari Biji Kopi Hingga ke Cangkir
ada acara ini, Starbucks mengajak pengunjung untuk merasakan perjalanan kopi Indonesia. Dimulai dari asal-usulnya di perkebunan, hingga sampai di panggung global.
Di stan Starbucks, para pengunjung dapat menjelajahi perjalanan kopi mulai dari biji kopi hingga ke cangkir, mengetahui kekayaan warisan di balik kopi Starbucks Indonesia, dan mempelajari tentang kontribusi jangka panjang Starbucks Indonesia untuk para petani.
Kita juga bisa mengetahui Indonesia berpran penting dalam perjalanan global Starbucks dalam menyajikan kopi-kopi terbaik di seluruh dunia, Starbucks dengan bangga mengambil sumber kopi dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia sejak 1971.
Acara ini juga menampilkan Lecture Series yaitu para pakar industri terkemuka akan membahas beberapa isu paling mendesak yang dihadapi masa depan kopi, mulai dari ethical sourcing dan inovasi hingga adaptasi terhadap iklim dan ketahanannya terhadap ancaman yang semakin meningkat dari kenaikan suhu bumi, perubahan cuaca, dan degradasi tanah yang memengaruhi komunitas petani kopi.
Masa Depan Kopi
Sebagai contoh pendekatan Starbucks untuk memperkuat ekosistem produksi kopi, Roberto Alonso Vega Alfaro selaku Vice President, Global Coffee Agronomy, R&D, and Sustainability di Starbucks, akan bergabung dengan jajaran pakar untuk berbagi wawasan dan praktik terbaik yang diambil dari pekerjaan agronomi global Starbucks.
"Sejak 2013, kami telah mengatasi perubahan iklim untuk memastikan masa depan kopi bagi semua orang. Pendekatan kami berfokus pada mitigasi dampaknya terhadap produksi kopi, sekaligus meningkatkan produktivitas, profitabilitas, dan ketahanan iklim bagi para petani," kata Roberto. .”
Sebagai bagian dari komitmennya untuk membina generasi pemimpin kopi berikutnya, Starbucks juga akan mensponsori hadiah kejuaraan di World Brewers Cup 2025 di World of Coffee Asia, dengan mengajak tiga barista pemenang dalam perjalanan ke Hacienda Alsacia di Kosta Rika, pusat penelitian dan pengembangan global Starbucks dan rumah bagi salah satu dari sepuluh Farmer Support Centre Starbucks di seluruh dunia.