Sekilas Franchise dan Business Opportunity (BO) sangat sulit dibedakan karena sama-sama menawarkan usaha kepada calon pembeli melalui sebuah perjanjian terikat. Namun jika ditelusuri lebih jauh, dua pola bisnis waralaba memiliki pengertian yang bertolak belakang.
Menurut laporan Konsultan Waralaba, Franchise merupakan hak khusus yang dimiliki individu atau badan usaha terhadap sistem bisnis yang sudah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian franchise.
Dengan kata lain, franchise adalah hak yang diberikan oleh franchisor (pemilik franchise) kepada franchisee (mitra bisnis) berupa hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan format bisnis.
Sedangkan BO yakni suatu kesempatan usaha dengan menggunakan produk/alat/metode dari penjual paket BO. Biasanya penerima BO diminta untuk membayar paket BO yang didalamnya termasuk materi dalam memulai bisnis, serta harga paket BO.
Paling penting, franchise menghendaki adanya pembayaran royalti bagi franchisee setiap bulan dan berkelanjutan sepanjang kerjasama antara keduanya berlangsung. Sementara dalam BO tidak dipungut royalti atau tidak mengenal istilah royalti.
Franchise juga memberikan dukungan berkelanjutan, seperti, marketing, training, kontrol dan monitor. Sedangkan BO, mungkin saja ada dukungan atau bantuan berkelanjutan namun itu bukanlah prioritas utama.
Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, masyarakat awam memang sulit untuk membedakan antara franchise dan BO.
"Saat ini jumlah waralaba lokal mencapai lebih dari 2.000 waralaba. Yang memenuhi kriteria pola franchise hanya sekitar 100 waralaba, sedangkan 1.900 waralaba lainnya masih BO," jelas dia saat ditemui di Jakarta, seperti ditulis Minggu (2/6/2013).
Anang memberikan tips kepala calon pembeli yang tertarik untuk menjadi franchisee bukan mitra BO dengan menanyakan 4 hal supaya Anda tidak salah dalam memilih bisnis.
1. Tanyakan kapan usaha tersebut berdiri dan mulai di franchise-kan?
2. Siapa franchisee pertamanya dan apakah Anda boleh mewawancarainya?
3. Apa saja keunikan usaha ini?
4. Apakah Anda boleh melihat atau mempelajari contoh soal dan prototipe dari usaha tersebut?
"Kalau empat pertanyaan tersebut diajukan calon pembeli, lalu pemilik tidak mau menjawab, itu artinya bisnis tersebut adalah pola BO. Kalau usaha itu franchise maka pemilik akan menerangkan semuanya (profil usaha)," jelas Anang.
Sedangkan soal omzet usaha, dia menghimbau agar calon pembeli dapat menganalisa kinerja penjualan perusahaan franchise tersebut dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
"Tapi lihat juga grafik penjualannya per kuartal dalam kinerjanya 5 tahun terakhir. Kalau bagus, grafik akan naik terus, kalau masih fluktuatif itu artinya bisnis belum mapan," kata Anang.
Menurut laporan Konsultan Waralaba, Franchise merupakan hak khusus yang dimiliki individu atau badan usaha terhadap sistem bisnis yang sudah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian franchise.
Dengan kata lain, franchise adalah hak yang diberikan oleh franchisor (pemilik franchise) kepada franchisee (mitra bisnis) berupa hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan format bisnis.
Sedangkan BO yakni suatu kesempatan usaha dengan menggunakan produk/alat/metode dari penjual paket BO. Biasanya penerima BO diminta untuk membayar paket BO yang didalamnya termasuk materi dalam memulai bisnis, serta harga paket BO.
Paling penting, franchise menghendaki adanya pembayaran royalti bagi franchisee setiap bulan dan berkelanjutan sepanjang kerjasama antara keduanya berlangsung. Sementara dalam BO tidak dipungut royalti atau tidak mengenal istilah royalti.
Franchise juga memberikan dukungan berkelanjutan, seperti, marketing, training, kontrol dan monitor. Sedangkan BO, mungkin saja ada dukungan atau bantuan berkelanjutan namun itu bukanlah prioritas utama.
Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, masyarakat awam memang sulit untuk membedakan antara franchise dan BO.
"Saat ini jumlah waralaba lokal mencapai lebih dari 2.000 waralaba. Yang memenuhi kriteria pola franchise hanya sekitar 100 waralaba, sedangkan 1.900 waralaba lainnya masih BO," jelas dia saat ditemui di Jakarta, seperti ditulis Minggu (2/6/2013).
Anang memberikan tips kepala calon pembeli yang tertarik untuk menjadi franchisee bukan mitra BO dengan menanyakan 4 hal supaya Anda tidak salah dalam memilih bisnis.
1. Tanyakan kapan usaha tersebut berdiri dan mulai di franchise-kan?
2. Siapa franchisee pertamanya dan apakah Anda boleh mewawancarainya?
3. Apa saja keunikan usaha ini?
4. Apakah Anda boleh melihat atau mempelajari contoh soal dan prototipe dari usaha tersebut?
"Kalau empat pertanyaan tersebut diajukan calon pembeli, lalu pemilik tidak mau menjawab, itu artinya bisnis tersebut adalah pola BO. Kalau usaha itu franchise maka pemilik akan menerangkan semuanya (profil usaha)," jelas Anang.
Sedangkan soal omzet usaha, dia menghimbau agar calon pembeli dapat menganalisa kinerja penjualan perusahaan franchise tersebut dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
"Tapi lihat juga grafik penjualannya per kuartal dalam kinerjanya 5 tahun terakhir. Kalau bagus, grafik akan naik terus, kalau masih fluktuatif itu artinya bisnis belum mapan," kata Anang.