BPOM Dorong Inovasi Kosmetik Lokal: Dari Kekayaan Alam Menuju Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyoroti pentingnya mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia—dari flora, fauna, hingga mineral vulkanik—sebagai bahan baku kosmetik

oleh Dyah Puspita WisnuwardaniDiterbitkan 16 Mei 2025, 09:00 WIB
Kepala BPOM Taruna Ikrar, saat membuka pameran Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (14/5/2025). (foto: dok. BPOM)

Liputan6.com, Jakarta - Industri kosmetik kini tak lagi sebatas pelengkap penampilan. Lebih dari itu, kosmetik telah menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat modern yang peduli akan kesehatan kulit dan kualitas hidup secara menyeluruh. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, saat membuka pameran Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Kosmetik ini menjadi kebutuhan dasar, bukan hanya untuk ibu-ibu, tetapi juga bapak-bapak; tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Ini merupakan pangsa pasar yang besar dan potensial,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Taruna menyoroti pentingnya mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia—dari flora, fauna, hingga mineral vulkanik—sebagai bahan baku kosmetik alami yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga menawarkan manfaat kesehatan kulit yang kian dibutuhkan masyarakat.

“Sumber daya alam yang begitu kaya ini harus dikelola dan dimanfaatkan menjadi produk kosmetik nasional,” tegasnya.

Dari Alam untuk Kulit Sehat: Hilirisasi Jadi Kunci

BPOM, lanjut Taruna, tak hanya berperan sebagai pengawas keamanan produk kosmetik, tetapi juga aktif mendorong inovasi industri lewat kemudahan perizinan dan penguatan riset. Salah satu fokus utamanya adalah mempercepat hilirisasi bahan baku lokal menjadi produk siap pakai melalui kolaborasi academic-business-government (ABG).

“Jangan sampai kita terus-menerus mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali dalam bentuk produk jadi. Potensi besar ini harus jadi kekuatan industri kosmetik nasional,” katanya.

Hilirisasi ini penting tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari aspek kesehatan. Dengan bahan aktif alami dari Indonesia yang sudah teruji manfaatnya, masyarakat bisa mendapat akses lebih luas terhadap produk kosmetik yang aman, terstandar, dan mendukung kesehatan kulit.

 

Kolaborasi Jadi Napas Utama

Senada dengan BPOM, Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi), Sancoyo Antarikso, menekankan bahwa pertumbuhan industri kosmetik tak lepas dari semangat kebersamaan.

“Kuncinya adalah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bidang kosmetik,” ujarnya.

Menurutnya, membangun bisnis kosmetik tak selalu membutuhkan modal besar. Dengan dukungan dari industri yang lebih mapan, pelaku usaha kecil bisa berkembang dan turut berkontribusi dalam memperkuat ekosistem kosmetik lokal.

 

ICI 2025: Ajang Edukasi, Inovasi, dan Regulasi

 

Tahun ini, Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) memasuki penyelenggaraan ke-14 dan diikuti lebih dari 120 peserta dari dalam dan luar negeri. Digelar selama tiga hari, 14–16 Mei 2025, ICI menghadirkan beragam pameran bahan baku kosmetik, seminar, dan talkshow seputar regulasi terbaru, teknik formulasi, hingga strategi branding dan pemasaran di era global.

Acara ini resmi dibuka secara simbolis melalui digital opening oleh Kepala BPOM didampingi sejumlah pejabat, termasuk Deputi BPOM Kashuri, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian Tri Ligayanti, Ketua Umum Perkosmi, serta perwakilan Perkosmi Daerah DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM turut meninjau berbagai booth peserta, menyapa pelaku industri, dan mencermati langsung produk serta inovasi terbaru yang dipamerkan.

 

Kosmetik Lokal untuk Dunia

 

Taruna Ikrar berharap agar penyelenggaraan ICI 2025 dapat menjadi momentum strategis untuk mengangkat potensi lokal ke kancah global.

“BPOM terus berkomitmen mendukung perkembangan bisnis kosmetik Indonesia agar menjadi raja di negeri sendiri dan bahkan mampu melayani pasar dunia,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya