Tawuran Antar Siswa SD di Depok Libatkan Puluhan Siswa

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono mengatakan, Polsek Cimanggis telah melaksanakan kegiatan mediasi, sekaligus pembinaan kepada anak terlibat tawuran.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 15 Mei 2025, 20:47 WIB
Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono memberikan keterangan usai mediasi terkait siswa antar SD terlibat tawuran di Cilangkap, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Polsek Cimanggis telah melakukan mediasi siswa antar SDN Cilangkap 5 dan SDN Cilangkap 8 usai terlibat tawuran di dekat Situ Cilangkap, Depok, Sabtu (10/5/2025). Diketahui, pada aksi tawuran tersebut terdapat puluhan siswa SD ikut terlibat.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono mengatakan, Polsek Cimanggis telah melaksanakan kegiatan mediasi, sekaligus pembinaan kepada anak terlibat tawuran. Diketahui ada puluhan siswa ikut terlibat aksi tawuran antar SD.

"Di masing-masing SD itu ada sekitar 20 siswa," ujar Jupriono saat dikonfirmasi di SDN Cilangkap 8, Kamis (5/2025).

Jupriono menjelaskan, Polsek Cimanggis berusaha memberikan pembinaan melalui Bhabinkamtibmas dengan penyuluhan atau sambang ke SD. Selain itu, untuk pencegahan siswa terlibat tawuran, perlu kepedulian seluruh stakeholder di Kota Depok.

"Supaya sama-sama menjaga, jangan sampai ada kejadian yang sama," jelas Jupriono.

Polsek Cimanggis meminta orang tua memiliki anak usia remaja dapat menjaga dan memberikan pengawasan. Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki tujuh program kegiatan yang perlu dilakukan untuk menciptakan anak hebat.

"Ketika itu dilakukan dan disiplin, Insya Allah tidak akan ada anak-anak yang nakal, Anak-anak yang melakukan tidak pidana," ucap Jupriono.

Disinggung soal keterlibatan siswa SMP pada tawuran anak SD, Jupriono menegaskan, siswa SMP tersebut merekam saat melintas adanya siswa SD akan melakukan tawuran. Siswa SMP yang melakukan perekaman telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

"Dia dengan kesadaran juga sudah menyadari dari kesadarannya dan menyadari kegiatannya dia itu tidak baik" tutur Jupriono.

Disinggung kembali siswa SD terlibat tawuran karena sudah janjian, Jupriono tidak mengelak akan hal tersebut. Puluhan siswa dari kedua SD sudah janjian untuk melakukan tawuran.

"Sudah janjian sebenarnya, tapi kan namanya anak-anak, main kroyokan-kroyokan, yang tadinya janjian itu gak sebanyak itu terus diajak-ajak," ungkap Jupriono.

 

 

 

Edukasi

Sebelumnya, Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, DP3AP2KB dan Dinas Pendidikan Kota Depok telah menangani peristiwa tawuran yang melibatkan siswa dari dua sekolah SDN di Depok. DP3AP2KB telah menindaklanjuti dengan menemui sejumlah pihak sekolah, siswa, dan orangtua siswa.

"Kami sudah melakukan pertemuan, tadi pagi DP3AP2KB sudah mendatangi sekolah," ujar Nessi kepada Liputan6.com saat ditemui di Alun-Alun Kota Depok, Rabu (4/5/2025).

Nessi menjelaskan, DP3AP2KB menemui orangtua siswa, pihak sekolah, dan siswa SD yang terlibat tawuran.

"Kami memberikan edukasi sehingga kejadian ini tidak terulang kembali," jelas Nessi.

DP3AP2KB Kota Depok memberikan pemahaman dan edukasi kepada seluruh pihak untuk penanganan siswa terlibat tawuran. DP3AP2KB turut meminta peran orang tua memberikan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa terlibat maupun tidak terlibat, guna pencegahan siswa tidak terlibat tawuran.

"Bagaimanapun peran orang tua menjadi sangat penting memberikan pembinaan dan pemahaman kepada anak," ucap Nessi.

"Sebenarnya kejadian ini berawal dari siswa saling ejek, sehingga terpancing melakukan itu (tawuran)," terang Nessi.

Nessi mengungkapkan, tawuran antar siswa SD terjadi saat pulang sekolah, sehingga terlihat banyak siswa terlibat tawuran pada rekaman video yang beredar. Menurutnya, hanya beberapa siswa yang terlibat pada kejadian tersebut.

"Tidak banyak yang terlibat, hanya beberapa saja," ungkap Nessi.

 

Satgas

Nessi menuturkan, DP3AP2KB dan sejumlah dinas, serta stake holder lainnya telah membentuk satgas pencegahan dan penanganan siswa terlibat tawuran. Satgas tersebut bekerja memberikan pembinaan dan penguatan untuk pencegahan siswa terlibat tawuran.

"Satgas memberikan penguatan, edukasi, psikologis, serta penguatan mental," tutur Nessi.

Infografis Kilas Balik Penyelamatan dan Pelestarian Candi Borobudur. (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya