Prabowo Targetkan Buah-buahan dan Perikanan Indonesia Masuk Pasar Internasional

Prabowo Subianto mengundang Australia terlibat langsung dalam industri pertanian dan perikanan Indonesia.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 15 Mei 2025, 16:39 WIB
Pertemuan bilateral Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 15 Mei 2025. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan berusaha keras agar produk buah-buahan dan perikanan Indonesia bisa masuk pasar internasional, termasuk Australia. Indonesia-Australia akan bekerja sama agar kapasitas petani dan pelaku UMKM Indonesia.

"Kami akan bekerja sama, untuk meningkatkan kapasitas para petani dan UMKM kita. Kita juga akan berusaha sekeras tenaga memastikan produk-produk buah-buahan, perikanan Indonesia bisa memenuhi standar pasar internasional, termasuk Australia," kata Prabowo usai melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Dia pun mengundang Australia terlibat langsung dalam industri pertanian dan perikanan Indonesia. Hal ini diharapkan dapat buah-buahan dan perikanan Indonesia memenuhi standar pasar internasional.

"Untuk itu, kita juga mengundang pihak Australia untuk terlibat langsung dalam industri pertanian dan perikanan kita," ujarnya.

Selain itu, Indonesia dan Australia membahas peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan, serta transisi energi dan mineral kritis. Prabowo menyambut baik capaian kerja sama Indonesia-Australia di bidang kendaraan listrik.

"Di bidang transisi energi dan mineral kritis kita menyambut baik, sejumlah capaian kerja sama, dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik," jelas Prabowo.

Prabowo Apresiasi Komitmen Beri Akses Visa Bisnis 5 Tahun ke WNI

Presiden RI Prabowo Subianto sambut kunjungan PM Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 15 Mei 2025. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi komitmen PM Albanese yang memberikan akses visa bisnis 5 tahun kepada warga negara Indonesia (WNI). Tak hanya itu, PM Albanese juga memberikan kemudahan pengaturan visa untuk para WNI, terutama para siswa dan Mahasiswa kita yang belajar di Australia.

Di bidang hubungan luar negeri, Prabowo berterima kasih Australia mendukung Indonesia untuk menjadi anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

"Saya telah menyampaikan harapan Indonesia agar Australia mendukung kita karena Australia anggota penting dari OECD, dan tahun ini Australia menjadi ketua daripada CPTPP," ucap Prabowo.

Infografis Presiden Prabowo Luncurkan Danantara. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya