Roy Suryo Hadiri Pemeriksaan Terkait Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Selain Roy Suryo, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi lain berinisial ES. Namun, hingga waktu yang ditentukan, ES tak kunjung datang. "ES tidak hadir," ucap Ade Ary.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 15 Mei 2025, 12:32 WIB
Roy Suryo. (Bintang.com/Galih W Satria)

Liputan6.com, Jakarta Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa tiga orang saksi terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. Dua di antaranya dijadwalkan hadir dalam pemeriksaan hari ini, Kamis (15/5/2025).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan dua saksi yang hadir yaitu pakar telematika Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma. Dia datang ke ruang pemeriksaan pada pukul 10:05 WIB.

"Update jadwal pemeriksaan klarifikasi pada hari Kamis, 15 Mei 2025, RS dan TS hadir," ujar Ade Ary.

Selain Roy Suryo, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi lain berinisial ES. Namun, hingga waktu yang ditentukan, ES tak kunjung datang. "ES tidak hadir," ucap Ade Ary.

Polisi telah menerima laporan tudingan ijazah palsu yang dibuat Presiden ke-7 RI Jokowi di Polda Metro Jaya. Penyidik pun bergerak cepat dengan langsung melakukan proses penyelidikan atas aduan mantan orang nomor satu di Indonesia itu.

"Laporan beliau sudah diterima, kemudian beliau diambil keterangannya di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (30/4/2025).

"Sedang melakukan tahap pendalaman dalam proses penyelidikan,” sambungnya.

Ade Ary mengatakan, terlapor dalam aduan Jokowi soal isu ijazah palsu itu tertulis masih lidik atau dalam penyelidikan. Sementara untuk penggabungan laporan serupa yang dilakukan di polres lain, akan dikomunikasikan terlebih dahulu.

"Ada 35 pertanyaan (saat pengambilan keterangan Jokowi)," kata polisi berpangkat kombes ini.

Sementara itu, sebelumnya Jokowi menyatakan siap menyerahkan ijazahnya ke penyidik Polda Metro Jaya untuk proses digital forensik dalam rangka pengusutan laporannya terkait isu ijazah palsu.

"Kalau diperlukan ya silakan," tutur Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/4/2025).

Menurut Jokowi, pelaporan isu ijazah palsu dilakukan agar publik mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya atas tuduhan tersebut. "Agar semua jelas dan gamblang ya," katanya.

Megawati Soal Heboh Ijazah Palsu Jokowi: Susah Amat, Kalau Ijazahnya Betul Tunjukkan Saja

Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara pertunjukan teater musik Imam Al-Bukhari dan Soekarno di Gedung Kesenian Jakarta. (Dok. Tim Media PDIP)

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung hebohnya kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut publik menjadi gonjang-ganjing soal ijazah Jokowi.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

"Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, benar apa enggak?" ujar Megawati.

Megawati menyebut, bila ijazahnya asli, maka sebaiknya Jokowi tunjukkan saja ke publik. Tidak perlu menunggu publik heboh.

"Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja 'ini ijazah saya', gitu loh," ucap Megawati.

Megawati pun berbicara pengalamannya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Dia memastikan memiliki dokumen asli soal gelar akademiknya.

"Saya punya bukti. Kata orang, gelar profesor saya ada tiga. Gelar doktor honoris causa saya ada sebelas, dan saya masih menunggu empat lagi. Makanya saya bilang, ‘loh, kok bingung? Profesor sebelas, kok bingung?" kata Megawati.

"Saya sendiri sempat bingung, apakah harus buat tesis atau bagaimana? Tapi saya tanya ke banyak orang pintar, katanya gelar itu bentuk penghormatan," tuturnya.

Jokowi Tegaskan Tidak Ada Kewajiban Tunjukkan Ijazah ke Publik

Presiden Indonesia ke-7 Jokowi masih menimbang peluang maju sebagai Calon Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), gantikan anaknya Kaesang Pangarep. (Istimewa)

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi menegaskan tidak memiliki kewajiban untuk menunjukkan ijazah ke Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

"Beliau-beliau ini meminta untuk saya bisa menunjukkan ijazah asli. Saya sampaikan bahwa tidak ada kewajiban dari saya menunjukkan ke mereka," kata Jokowi usai menerima perwakilan TPUA di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/4/2025).

Ia mengatakan TPUA juga tidak berwenang untuk mengatur terkait penunjukan ijazah asli tersebut. "Tidak ada kewenangan mereka mengatur saya untuk menunjukkan ijazah asli yang saya miliki," katanya dikutip dari Antara.

Ia mengatakan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga sudah jelas menyampaikan terkait ijazah tersebut. "Sudah sangat jelas, kemarin di UGM sudah memberikan penjelasan yang gamblang dan jelas," kata Jokowi.

Infografis Sederet Tunjangan dan Fasilitas Pensiun Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya