Liputan6.com, Jakarta Miliarder asal Inggris, Mike Lynch telah resmi dikonfirmasi tewas dalam kecelakaan kapal pesiar yang tenggelam di lepas pantai Sisilia, Italia pada 19 Agustus 2024 lalu.
Melansir BBC, Kamis (15/5/2025) Badan Investigasi Kecelakaan Laut Inggris (MAIB), yang memimpin investigasi internasional, menerangkan bahwa angin dengan kecepatan lebih dari 80mph menghancurkan kapal tersebut, menyebabkannya tenggelam dalam hitungan detik.
Advertisement
Kapal yang dikenal sebagai “Bayesian “ itu tenggelam di dekat kota Portofino pada 19 Agustus 2024 lalu saat cuaca buruk, dengan laporan adanya semburan air.
Tujuh dari 22 orang di dalamnya tewas, termasuk Lynch dan putrinya, Hannah.
Penyelidik mengatakan kapal pesiar itu terguling hingga sudut 90 derajat dalam waktu 15 detik pada pukul 04:06 waktu setempat, menyebabkan penumpang, perabotan, dan barang-barang yang lepas jatuh melintasi dek.
"Tidak ada indikasi banjir di dalam Bayesian hingga air masuk melewati pagar kanan dan, dalam hitungan detik, memasuki ruang internal di bawah tangga," kata laporan itu.
Kepala inspektur kecelakaan laut MAIB Andrew Moll mengungkapkan, situasi itu tidak dapat dipulihkan setelah kapal pesiar miring lebih dari 70 derajat.
Dilaporkan, kapal Bayesian rentan terhadap angin yang lebih ringan, dengan kecepatan 73mph yang dapat membuatnya terbalik.
Pemilik dan awak kapal pesiar tidak mengetahui hal ini, karena tidak termasuk dalam buku informasi stabilitas di atas kapal.
Saat ini, MAIB sedang menyelidiki insiden kecelakaan tersebut karena Bayesian terdaftar di Inggris.
Aga Khan, Miliarder Dermawan Meninggal Dunia
Miliarder dan pemimpin spiritual Aga Khan meninggal dunia pada usia 88 tahun. berita meninggalnya miliarder dermawan ini diumumkan oleh lembaga amalnya, Aga Khan Development Network.
Pangeran Karim Aga Khan adalah imam turun-temurun ke-49 dari Muslim Ismailiyah, yang garis keturunannya langsung berasal dari Nabi Muhammad.
Dikutip dari BBC, ia meninggal dunia dengan tenang di Lisbon, Portugal, dikelilingi oleh keluarganya.
Lahir di Swiss, Aga Khan memiliki kewarganegaraan Inggris dan tinggal di sebuah puri di Prancis. Raja telah diberitahu tentang kematian filantropis tersebut, yang merupakan teman baik dirinya maupun ibunya, mendiang Ratu Elizabeth II.
Lembaga Amal Aga Khan
Lembaga amal Aga Khan mengelola ratusan rumah sakit, proyek pendidikan dan budaya, sebagian besar di negara berkembang.
Ia menikmati gaya hidup mewah, dengan pulau pribadi di Bahama, kapal pesiar mewah, dan jet pribadi.
The Aga Khan Development Network mengatakan bahwa mereka menyampaikan "belasungkawa kepada keluarga Yang Mulia dan komunitas Ismailiyah di seluruh dunia".
"Kami terus bekerja sama dengan mitra kami untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan komunitas di seluruh dunia, sesuai keinginannya, terlepas dari afiliasi atau asal agama mereka," tambahnya.