Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan mode mewah asal Inggris, Burberry berencana untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar 1.700 karyawannya.
Melansir BBC, Kamis (15/5/2025) PHK di Burberry merupakan bagian dari rencana untuk mengurangi biaya hingga tahun 2027 mendatang.
Advertisement
Merek desainer asal Inggris itu mengumumkan penghematan yang diusulkan setelah mencatat kerugian senilai 66 juta Poundsterling di 1024.
PHK di Burberry kali ini sekaligus mengurangi tenaga kerja globalnya hampir seperlima dan termasuk potensi PHK di pabrik Castleford di West Yorkshire.
Kepala eksekutif Burberry, Joshua Schulman mengatakan sebagian besar PHK akan melanda tim kantor pusat perusahaan di seluruh dunia.
Ia menambahkan, PHK sebagian besar akan melanda karyawan Burberry di Inggris.
Dia mengonfirmasi bahwa rotasi staf akan diatur ulang dan shift malam di pabrik Burberry di Castleford, yang membuat jas panjang dengan harga masing-masing £1.000 hingga £10.000, akan dihapuskan.
"Sudah lama kami mengalami kelebihan kapasitas di fasilitas itu, dan itu sama sekali tidak berkelanjutan," kata Schulman.
"Namun, saya ingin menegaskan bahwa kami melakukan perubahan ini untuk melindungi manufaktur kami di Inggris, dan faktanya kami akan melakukan investasi yang signifikan untuk merenovasi pabrik ini pada semester kedua,” terangnya.
Efisiensi Toko dan Operasional
Burberry juga mengatakan akan menyesuaikan jadwal toko yang padat di tokonya, yang akan mengakibatkan pengurangan beberapa pekerjaan.
Ia menambahkan penghematan juga akan berasal dari biaya operasional, dengan peningkatan efisiensi pengeluaran dalam pengadaan dan real estat
Perusahaan mengatakan pemotongan tersebut "tergantung pada konsultasi jika berlaku".
Sebagai informasi, Burberry didirikan pada tahun 1856 dan telah memproduksi jas hujan terkenalnya di Yorkshire sejak tahun 1972.
Burberry Efisiensi Pengeluaran Hingga 100 Juta Poundsterling
Burberry sebelumnya mengumumkan program penghematan biaya sebesar £40 juta Poundsterling pada November 2025, yang berarti bahwa perusahaan mofe tersebut kini berencana untuk menciptakan penghematan tahunan gabungan sebesar 100 juta Poundsterling pada musim semi tahun 2027.
"Ketahanan berkelanjutan dari kategori pakaian luar dan syal kami menegaskan kembali keyakinan saya bahwa kami memiliki peluang terbesar di tempat yang memiliki keaslian paling tinggi," kata Schulman.
"Meskipun kami beroperasi dengan latar belakang ekonomi makro yang sulit dan masih dalam tahap awal pemulihan, saya lebih optimis dari sebelumnya bahwa hari-hari terbaik Burberry akan segera tiba," tambahnya.