Presiden Prabowo Ajak Negara-negara Islam Keluar dari Jurang Kemiskinan

Presiden Prabowo Subianto mengajak dunia Islam untuk kembali memimpin sains dan teknologi untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 Mei 2025, 01:30 WIB
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama pendiri Microsoft dan filantropis Bill Gates meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jati 03, Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto mengajak dunia Islam untuk kembali memimpin sains dan teknologi untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Dia mengimbau negara-negara Islam untuk berjuang mengeluarkan masyarakat dari jurang kemiskinan.

"Tidak mungkin kita kuat kalau rakyat kita miskin. Tidak ada negara miskin yang kuat. Untuk itu, kita harus keluar dari kemiskinan. Kita harus berjuang untuk mengangkat rakyat kita masing-masing dari kemiskinan," kata Prabowo saat berbicara dalam konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Namun, kata dia, dibutuhkan pemerintahan pemerintahan yang bersih agar masyarakat dapat keluar dari kemiskinan. Prabowo meyakini suatu negara akan makmur apabila pemerintahnya bersih.

"Untuk itu, dibutuhkan pemerintah yang bersih. Hanya dengan pemerintah yang bersih kita bisa mencapai kemakmuran," ujarnya.

Menurut dia, tantangan negara-negara Islam bukan hanya membela hak rakyat Palestina.

 

 

Tata Kelola Harus Baik

Prabowo menyebut ada tantangan yang menjadi sumber kelemahan yakni, kemiskinan, kelaparan, korupsi, ketimpangan pendidikan, serta ketidakmampuan mengelola dan menjaga sumber daya masing-masing.

"Tanpa tata kelola yang baik, tanpa lembaga yang kuat, tanpa pemimpin-pemimpin yang jujur, pejabat-pejabat yang mengabdi kepada rakyatnya, negara tak akan pernah memiliki daya tahan apalagi daya saing," tutur Prabowo.

 

Punya Agenda Besar

Prabowo menyampaikan pemerintah Indonesia saat ini berkomitmen menjalankan beberapa agenda besar. Mulai dari, reformasi politik dan birokrasi, pembangunan sumber daya manusia, swasembada pangan dan energi, hingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dia meyakini solusi bagi masalah dunia dimulai dari bangsa sendiri.

Prabowo mengatakan suatu negara sulit membantu negara lain apabila masih dalam kondisi kesusahan dan lemah.

"Kalau kita tidak bisa mengurus bangsa kita sendiri, bagaimana kita mau membantu umat yang sedang dalam kesusahan, kalau kita lemah tidak mungkin kita bisa bantu Palestina. Bahkan suara kita pun tidak akan didengar. Suara kita didengar kalau kita bersatu dan kita kuat," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya