Gonjang-ganjing Jelang Muktamar, Calon Ketum PPP dari Eksternal Tuai Suara Penolakan

Jelang Muktamar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dihadapkan pada dinamika internal terkait pemilihan Ketua Umum, antara kader internal dan tokoh eksternal.

oleh Tim NewsDiterbitkan 14 Mei 2025, 23:30 WIB
Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal menggelar muktamar partai pada Agustus 2025. sejumlah nama muncul untuk duduk di kursi caketum, mulai dari sosok internal maupun eksternal partai.

Namun, sejumlah pihak mulai memberi suara miring soal sosok dari luar.

Ketua DPW PPP Jakarta Syaiful R. Dasuki menepis kabar bahwa ada 20 DPW yang ingin caketum dari luar partai.

Dia menyebut, informasi yang disebarkan untuk kepentingan pribadi. Bahkan, membuat gaduh pengurus PPP di daerah-daerah. "Penyesatan informasi itu dilakukan oleh oknum PPP yang ingin membuat gaduh PPP mengatasnamakan pengurus PPP di daerah-daerah untuk kepentingan pribadinya," ujar dia di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Dia juga meminta, para oknum-oknum yang membuat gaduh berhenti. Sebab, muktamar PPP butuh solidaritas dan kerja keras.

Senada, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jakarta Pusat, Dadya Manggala berharap Muktamar dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan perpecahan baru.

"Sekarang saatnya kader, pengurus, dan seluruh elemen partai bersatu padu dan bersinergi membesarkan kembali PPP," kata dia.

 

 

Desakan Calon dari Internal

Dadya menegaskan bahwa seharusnya sosok tersebut berasal dari internal partai. Ia menyindir manuver sebagian elite PPP yang mendorong nama-nama dari luar partai.

"Kenapa sih para elite ngasong PPP ke mana-mana? Siapa saja dirayu untuk ambil alih PPP. Ada nama Jenderal Dudung, Pak Amran dan beberapa nama lainnya. Seolah-olah PPP ini murah banget," kata dia.

Senada, Wakil Ketua Umum PPP Rusli Effendi mendorong agar kader PPP sendiri menjadi calon ketua umum dibanding tokoh eksternal.

"Jadi kita ingin ya kader partai gitu aja. Jadi Marwah itu kan harus kita jaga juga. Masa partai kita ujug-ujug dikasih ke orang luar," kata Rusli saat dihubungi, Rabu (14/5/2025).

Rusli mencontohkan sosok Sandiaga Uno sebagai tokoh eksternal yang masuk PPP namun ternyata tidak memberikan dampak elektoral bagi partai.

Atas hal itu, dia meyakini kursi Ketua Umum PPP lebih layak dipimpin kader murni. Jika pun ada tokoh eksternal yang bergabung ingin menjadi ketum maka mesti melalui persyaratan partai.

 

 

Tetap Sambut Tokoh di Luar Tapi Tak Jadi Caketum

"Nah ini kan sebuah tesis politik kan. Karena itu kalau saya meyakini masih tetap partai ini dipimpin oleh kader murni," ujarnya.

"Ya silahkan mungkin kalau mau bergabung tokoh-tokoh luar kita sambut dengan baik dengan tangan terbuka. Tapi kalau untuk Ketum ada persyaratan AD/RT harus dilalui," tambahnya.

Sementara, Ketua DPW PPP Jakarta Saiful Rahmat Dasuki menegaskan, pelaksanaan muktamar sudah ada aturan mainnya yang disepakati bersama..

"Muktamar itu ada aturan main nya. Aturan main itu yang kita sepakati. Nah inilah yang jangan sampai aturan main ini tabrak-tabrak oleh libido-libido politik tertentu tadi," kata Saiful, saat konferensi pers di Kawasan Jakarta, Rabu (14/5/2025).

 

Cara Terhormat

Namun, Saiful tak menghalangi jika ada calon ketua umum dari sosok lain. Akan tetapi, dia meminta agar cara-cara yang digunakan melalui cara terhormat.

"Menegaskan saja, artinya kami tidak ingin terjadi dikonomi internal-ekaternal pertama. Yang kedua, kami sangat mendukung dan bahkan bangga ketika ada pihak-pihak yang ingin gabung dengan PPP dalam langkah untuk membesarkan PPP, menangkap PPP untuk lebih baik ke depannya lagi," ujar dia.

"Namun, harus dengan cara-cara yang bermantabat dan menghargai konstitusi yang ada di kami. Bayangkan di organisasi lain pasti ada aturannya. Nah itulah yang kita terpakai bersama-sama," imbuh Saiful.

 

 

Reporter: Alma Fikhasari/Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya