Selain BBNI, Saham Emiten Bank Ini Melonjak saat IHSG Meroket

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada Rabu, (14/5/2025) di tengah lonjakan saham emiten bank termasuk BBNI.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 14 Mei 2025, 22:20 WIB
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket usai libur panjang Waisak 2025. IHSG menguat hingga tembus posisi 6.900 pada penutupan perdagangan Rabu (14/5/2025).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 2,15% ke posisi 6.979,88. Indeks saham LQ45 melambung 2,84% ke posisi 787,07. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.87,78 dan level terendah 6.914,75.

Sebanyak 418 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 218 saham melemah. 166 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.499.383 kali dengan volume perdagangan 30 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 18 triliun. Pada perdagangan Rabu pekan ini, investor asing mencatat aksi beli saham yang signifikan. Nilai aksi beli oleh investor asing mencapai Rp 2,83 triliun pada perdagangan Rabu pekan ini. Namun, sepanjang 2025, investor asing masih mencatat aksi jual saham Rp 51,01 triliun.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham kesehatan turun 0,32% dan sektor saham teknologi susut 1,04%. Sementara itu, sektor saham energi meroket 3,14% dan catat penguatan terbesar.

Disusul sektor saham keuangan naik 2,48%. Sektor saham transportasi mendaki 2,27%, sektor saham infrastruktur menguat 2,17%. Kemudian sektor saham basic melesat 0,87%, sektor saham industri bertambah 1,15%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,295, sektor saham consumer siklikal menguat 0,815, dan sektor saham properti bertambah 1,75%.

Di tengah penguatan IHSG, saham emiten bank BUMN melambung signifikan. Salah satunya saham BBNI. Saham BBNI menguat 6,59% ke posisi Rp 4.370 per saham. Harga saham BBNI dibuka naik 80 poin ke posisi Rp 4.180 per saham. Saham BBNI berada di level tertinggi Rp 4.370 dan level terendah Rp 4.160 per saham. Total frekuensi perdagangan 29.788 kali dengan volume perdagangan 1.794.654 saham. Nilai transaksi Rp 764,5 miliar.

Saham Emiten Bank Lainnya

Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Saham BBRI  melambung 6,51% ke posisi Rp 4.090 per saham. Saham BBRI dibuka naik ke posisi Rp 4.000 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.840 per saham. Harga saham BBRI berada di level tertinggi Rp 4.090 dan level terendah Rp 3.960 per saham. Total frekuensi perdagangan 64.365 kali dengan volume perdagangan 4.957.011 saham. Nilai transaksi Rp 2 triliun.

Lalu saham BMRI menguat 5,87% ke posisi Rp 5.050 per saham. Harga saham BMRI dibuka naik ke posisi Rp 4.890 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.770 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 5.050 dan level terendah Rp 4.880 per saham. Total frekuensi perdagangan 43.383 kali dengan volume perdagangan 4.442.308 saham. Nilai transaksi Rp 2,2 triliun.

Kemudian harga saham BBTN naik 6,09% ke posisi Rp 1.220 per saham. Harga saham BBTN dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 1.170 per saham. Saham BBTN berada di level tertinggi Rp 1.225 dan level terendah Rp 1.155 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.358 kali dengan volume perdagangan 1.827.131 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 198,3 miliar.

 

Bursa Saham Asia Pasifik

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Bursa saham regional Asia pada Rabu sore ini antara lain, indeks Nikkei susut 55,13 poin atau 0,14 persen ke 38,128,13, indeks Shanghai bertambah 29,08 poin atau 0,86 persen ke 3.403,95.

Mengutip Antara, indeks Kuala Lumpur naik 1,12 poin atau 0,07 persen ke 1.583,51, dan indeks Strait Times melemah 12,40 poin atau 0,32 persen ke 3.865,65.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya