Liputan6.com, Jakarta - Raksasa kendaraan listrik asal China, BYD tengah bersiap untuk menantang pasar kendaraan mini atau kei car di Jepang. Bahkan, mobil mungil bertenaga baterai asal Tiongkok ini, sudah mulai diuji coba, dengan model prototipenya telah muncul ke publik.
Disitat dari Carnewschina, foto spy shoot dari kei car listrik BYD ini, menunjukan desain yang kompak, dengan pintu geser belakang dan pilar A ganda, menandakan kepatuhan terhadap regulasi ketat kei car di Jepang.
Advertisement
Selain itu, kei car listrik BYD ini, juga diklaim dirancang memang untuk jalanan di Negeri Sakura, sehingga dapat bersaing dengan model yang sudah terlebih dahulu berada di pasaran, dan menguasai segmen.
BYD berencana memproduksi kei car listrik ini di Tiongkok, dan dikirim ke Jepang mulai akhir 2026. Mobil ini diperkirakan akan dibekali baterai 20 kWh dengan jangkauan 180 km (WLTC), pengisian cepat 100 kW, dan sistem HVAC dengan pompa panas yang efisien.
Dengan harga sekitar 2,5 juta yen atau sekitar Rp 280 juta, BYD menargetkan bersaing langsung dengan Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV, dua kei car listrik terkemuka di Jepang.
Sementara itu, langkah BYD untuk mulai menjual kei car listrik di Jepang, juga sebagai strategi memperluas pasar di negara otomotif tersebut. Sebelumnya, BYD memang cukup sukses dengan meluncurkan model Dolphin dan Seal, yang membantu perusahaan mencapai penjualan lebih dari 2.200 unit pada 2024.
BYD juga berencana memperluas jaringan dealer-nya menjadi 100 lokasi di Jepang pada 2025.
BYD Panaskan Persaingan
Dengan masuknya BYD ke segmen kei car, persaingan di pasar mobil mini Jepang diperkirakan akan semakin ketat. Hingga kini, hanya produsen domestik seperti Daihatsu, Honda, Suzuki, serta kemitraan Nissan-Mitsubishi yang mendominasi segmen ini.
"Mengembangkan kei car yang tepat memerlukan pemikiran ulang yang menyeluruh terhadap arsitektur kendaraan," kata analis Li Ming. "Langkah BYD menandakan komitmen yang mendalam terhadap pasar Jepang," tukasnya.