Manchester United Lewati Musim Terburuk, Ruben Amorim Berdiri di Pusat Badai

Aroma krisis semakin pekat di koridor Manchester United seiring berseliwerannya laporan kontradiktif mengenai masa depan Ruben Amorim. Sang pelatih Portugal tengah berada di mata badai setelah rentetan hasil memalukan terbaru Setan Merah di kancah Liga Premier.

oleh Rahmat FathurahmanDiterbitkan 15 Mei 2025, 19:00 WIB
Mereka pun mampu unggul lebih dulu berkat gol Marcus Rashford pada menit ke-2. Sayangnya, gawang Manchester United yang dikawal Andre Onana kebobolan pada menit ke-43. Umpan dari Wes Burns mampu dituntaskan Omari Hutchinson menjadi gol dengan tendangan kaki kiri. (AP Photo/Dave Shopland)

Liputan6.com, Jakarta - Aroma krisis semakin pekat di koridor Manchester United seiring berseliwerannya laporan kontradiktif mengenai masa depan Ruben Amorim. Sang pelatih Portugal tengah berada di mata badai setelah rentetan hasil memalukan terbaru Setan Merah di kancah Liga Premier.

Statistik mencengangkan menghantui Old Trafford karena musim ini akan berakhir dengan catatan poin terendah dalam sejarah klub di kompetisi elite Inggris. Kekalahan menyakitkan 0-2 di kandang sendiri melawan West Ham United akhir pekan lalu menjadi kekalahan ke-17 mereka musim ini, menghadirkan realita pahit di hadapan para pendukung setia.

Momentum negatif terus berlanjut dengan tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan di bawah arahan Amorim. Performa memilukan ini telah menjerumuskan klub peraih 20 gelar liga utama tersebut ke posisi memalukan di peringkat ke-16 Liga Premier.

Dengan maksimal hanya bisa mengumpulkan 45 poin, masa depan semakin tidak menentu. Amorim sendiri telah memberikan sinyal mengejutkan, dengan mengisyaratkan kemungkinan meninggalkan jabatan jika situasi tidak membaik pada musim 2025/2026.

Di tengah badai keputusasaan, secercah harapan masih bersinar terang. Manchester United masih memiliki peluang mengakhiri musim dengan kejayaan, melalui laga puncak Liga Europa melawan Tottenham Hotspur pekan depan. Kemenangan di final tidak hanya akan menghadiahkan trofi berharga, tetapi juga memastikan tiket berharga ke Liga Champions musim depan.


Amorim dan Ratcliffe di Ambang Konflik

Ruben Amorim menjadi pelatih The Red Devils kedua yang memenangkan derby Manchester Liga Inggris dalam jabatan pertamanya. Catatan pertama dipegang mantan manajer legendaris klub Sir Alex Ferguson. (Paul ELLIS/AFP)

Meski berpeluang merebut gelar Liga Europa, nasib Ruben Amorim di Manchester United tampaknya tidak sepenuhnya terjamin. The Mirror mengungkap informasi mengejutkan bahwa jajaran petinggi Old Trafford, termasuk pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe, telah menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap posisi sang pelatih Portugal segera setelah musim berakhir.

Ratcliffe bersama Omar Berrada dan jajaran direksi lainnya akan menganalisis secara kritis perjalanan Amorim yang telah memimpin 39 pertandingan dengan catatan statistik yang kurang mengesankan yaitu 16 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 15 kekalahan. Sebuah rekor yang jauh dari standar kebesaran klub.

Situasi semakin pelik setelah laporan mengindikasikan bahwa Amorim berada pada "jalur tabrakan" dengan manajemen. Komentar berani sang pelatih pasca kekalahan dari West Ham dianggap menggoyahkan hubungan kerja yang sebelumnya harmonis dengan Ratcliffe.

Lanjut Baca:

Perbedaan visi semakin terlihat jelas. Di satu sisi, jajaran hierarki United menegaskan bahwa absen dari kompetisi Eropa sama sekali bukan suatu opsi mengingat kondisi keuangan klub. Di sisi lain, Amorim dan tim pelatihnya justru memandang musim tanpa beban pertandingan kontinental sebagai kesempatan emas untuk membangun pondasi yang lebih solid di kompetisi domestik. Pandangan Amorim tidak tanpa dasar. Arsenal membuktikan teori ini ketika mereka absen dari sepak bola Eropa pada musim 2021/2022, nyaris lolos ke Liga Champions di akhir musim dan kemudian tampil sebagai penantang serius gelar dalam dua musim berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya