Volume Perdagangan Uniswap Meroket ke Rekor Tertinggi, Ini Penopangnya

Uniswap mengonfirmasi bahwa mereka telah menjadi bursa terdesentralisasi (DEX) pertama yang berhasil mencapai volume perdagangan sebesar USD 3 triliun.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 14 Mei 2025, 13:25 WIB
Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta Uniswap mengonfirmasi bahwa mereka telah menjadi bursa terdesentralisasi (DEX) pertama yang berhasil mencapai volume perdagangan sebesar USD 3 triliun. Biasanya, bursa terdesentralisasi sulit mencatat volume perdagangan yang besar karena menghadapi tantangan seperti likuiditas yang rendah, kecepatan transaksi yang lambat, kemacetan jaringan, dan risiko regulasi.

Sementara itu, bursa tersentralisasi seperti Binance telah mencatatkan volume perdagangan lebih dari USD 100 triliun, DEX seperti Uniswap justru kesulitan untuk mencapai angka yang jauh lebih kecil. Namun, sejak pandemi berakhir, tren mulai berubah.

Semakin banyak orang yang mempercayai platform DEX seperti Uniswap. Hari ini, penemu sekaligus CEO Uniswap, Hayden Adams, mengonfirmasi melalui platform X bahwa Uniswap telah menjadi DEX pertama yang mencetak volume perdagangan USD 3 triliun.

DEX Pertama yang Menembus USD 3 Triliun

Pencapaian ini menunjukkan bahwa bursa terdesentralisasi mulai mendapatkan tempat di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Di tengah pertumbuhan sektor DEX, Uniswap tetap mendominasi dengan pangsa pasar hampir seperempat dari total volume perdagangan DEX secara global.

Melansir Coingape, Rabu (14/5/2025), Uniswap pertama kali menembus angka USD 1 triliun pada Mei 2022, disusul USD 2 triliun pada April 2024. Pertumbuhannya mengikuti pola yang berpotensi dua kali lipat setiap dua tahun.

Lonjakan besar dalam aktivitas perdagangan kripto sejak November 2024 disebut sebagai faktor utama yang mendorong pertumbuhan volume Uniswap, sebagaimana juga terjadi pada banyak platform dan bursa lainnya. Token kripto utama, Bitcoin, mengalami reli yang luar biasa lebih dari 50% dalam tujuh bulan terakhir hingga mencapai harga USD 105.000.

 

Perjalanan Sulit Uniswap Menuju USD 3 Triliun

Ilustrasi peretas atau cyber hacker internet atau kripto. (Foto by AI)

Uniswap diluncurkan pada tahun 2018 dan sejak itu terus mendominasi pangsa pasar DEX. Namun, perjalanan mereka menuju pencapaian ini tidaklah mudah.

Platform ini menghadapi berbagai tantangan regulasi, termasuk penyelidikan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), serta penurunan tajam volume perdagangan setelah musim dingin kripto (crypto winter) tahun 2022. Bahkan hingga saat ini, volume perdagangan harian Uniswap dilaporkan hanya sekitar setengah dari puncaknya pada tahun 2021.

 

Pendanaan

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Token asli dari Uniswap, yaitu UNI, juga sempat anjlok lebih dari 80% dari harga tertingginya USD 45 pada Mei 2021. Namun, awal tahun ini, harga token UNI kembali melonjak setelah Uniswap mendapatkan pendanaan sebesar USD 165,5 juta.

Pencapaian terbaru ini memberi harapan baru bagi sektor DEX yang tengah bangkit. Hal ini menunjukkan bahwa industri ini makin matang dan adopsi terhadap platform perdagangan terdesentralisasi terus meningkat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya