Mengapa Jose Mujica Dijuluki Presiden Termiskin di Dunia? Ini Alasannya

Presiden Uruguay yang menjabat tahun 2010 hingga 2015 meninggal dunia di usia 89 tahun.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 14 Mei 2025, 18:35 WIB
Presiden Uruguay periode 2010-2015, Jose Mujica yang juga mantan pejuang gerilya dan ikon sayap kiri Amerika Latin, meninggal dunia pada usia 89 tahun pada tanggal 13 Mei 2025. Ia menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker esofagus . (DANTE FERNANDEZ/AFP)

Liputan6.com, Montevideo - Tidak banyak pemimpin dunia yang menolak tinggal di istana dan memilih hidup di rumah sederhana di pinggir kota. Tapi itulah pilihan Jose Mujica, mantan Presiden Uruguay, yang dikenal luas sebagai "presiden termiskin di dunia".

Presiden yang memimpin Uruguay pada tahun 2010 hingga 2015 itu diumumkan meninggal pada Selasa (13/5/2025) di usianya yang ke-89. 

Julukan ini bukan karena ia hidup dalam kekurangan, melainkan karena gaya hidup dirinya yang sengaja ditata jauh dari kemewahan.

Alih-alih menempati kediaman resmi presiden, Mujica tinggal bersama istrinya di sebuah rumah pertanian tua di luar Montevideo. Rumah tersebut tidak memiliki fasilitas mewah, air diambil dari sumur, dan hanya dijaga dua polisi serta seekor anjing berkaki tiga bernama Manuela.

Ia dan istrinya juga bertani sendiri dan menggantungkan cucian di luar rumah seperti warga biasa.

Yang membuatnya berbeda dari kebanyakan pemimpin dunia adalah keputusannya untuk menyumbangkan sekitar 90 persen dari gajinya yang setara dengan USD 12.000 atau sekitar Rp198 juta per bulan kepada lembaga amal dan pengusaha kecil.

Setelah donasi, penghasilannya menjadi sekitar USD 775 (Rp12,8 juta) per bulan—setara dengan pendapatan rata-rata rakyat Uruguay.

"Saya sudah hidup seperti ini hampir sepanjang hidup saya," ujar Mujica kepada BBC dalam wawancara tahun 2012 yang dikutip Rabu (14/5/2025).

"Saya bisa hidup nyaman dengan apa yang saya miliki."

Pada tahun 2010, deklarasi kekayaan tahunannya tercatat hanya USD 1.800, yang merupakan nilai mobil Volkswagen Beetle keluaran 1987 miliknya. Setelah menambahkan sebagian aset milik istrinya, total kekayaannya naik menjadi USD 215.000—masih jauh lebih rendah dibandingkan pejabat lain, termasuk wakil presiden dan pendahulunya.

 

Tak Pernah Merasa Miskin

Potret mendiang Presiden Uruguay Jose Mujica terpampang di markas besar partai Frente Amplio di Montevideo pada tanggal 13 Mei 2025. (Dante Fernandez/AFP)

Mujica tidak melihat hidup sederhana sebagai bentuk kemiskinan.

"Saya disebut presiden termiskin, tapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin adalah mereka yang hanya hidup untuk mempertahankan gaya hidup mahal dan selalu ingin lebih," ujarnya.

"Ini soal kebebasan. Jika kita tidak punya banyak barang, kita tidak perlu bekerja seumur hidup hanya untuk mempertahankannya."

Pengalamannya sebagai tahanan politik selama 14 tahun turut membentuk pandangan hidupnya. Dulu, ia adalah anggota kelompok gerilya kiri Tupamaros yang terinspirasi oleh revolusi Kuba. Selama ditahan, ia mengalami penyiksaan dan isolasi, namun pembebasan pada 1985 bersamaan dengan kembalinya demokrasi di Uruguay membuka jalan baru dalam hidupnya.

Mujica juga sering menyuarakan kritik terhadap pola konsumsi negara-negara maju yang menurutnya tidak berkelanjutan. Dalam pidatonya di KTT Rio+20, ia menantang logika pembangunan yang mengejar pertumbuhan tanpa mempertimbangkan daya dukung bumi.

"Jika semua orang di dunia hidup seperti masyarakat negara maju, apakah planet ini akan sanggup menopangnya?" ujarnya.

"Kita tidak bisa terus menerus terobsesi pada pertumbuhan dan konsumsi."

Tak Luput dari Kritik

Jose Mujica juga dikenal karena pandangan radikalnya tentang demokrasi, filosofi lugas, serta gaya hidup sederhananya. (DANTE FERNANDEZ/AFP)

Meski dicintai karena kesederhanaannya, Mujica tidak luput dari kritik. Beberapa pihak menilai pemerintahannya belum berhasil meningkatkan pelayanan publik secara signifikan, dan popularitasnya sempat menurun. Namun, karena hukum Uruguay melarang pencalonan kembali, dan mengingat usianya yang sudah 77 tahun saat menjabat, Mujica tidak berencana maju lagi dalam pemilu.

Saat pensiun, ia akan menerima pensiun negara. Namun berbeda dengan kebanyakan mantan presiden, penurunan pendapatan mungkin tidak akan menjadi masalah besar baginya.

"Ini pilihan bebas," kata Mujica.

"Saya mungkin terlihat seperti orang tua eksentrik... Tapi saya tahu apa yang saya jalani."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya