Begini Pola Musim Planet Lain di Bima Sakti

Bumi bukanlah satu-satunya planet yang mengelilingi matahari dan memiliki bentuk hampir bulat sempurna di tata surya kita. Namun, apakah planet-planet lain juga mengalami pola pergantian musim yang serupa?

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 15 Mei 2025, 05:00 WIB
Ilustrasi malam hari, Milky Way, Galaksi Bima Sakti. (Photo by Johannes Plenio from Pexels)

Liputan6.com, Jakarta - Bumi mengalami pergantian musim dalam rentang waktu tertentu. Pergantian musim ini dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada letak geografis suatu wilayah terhadap garis ekuator.

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya pergantian musim adalah posisi bumi terhadap matahari serta kemiringan sumbu rotasinya. Selain itu, siklus pergantian musim di Bumi turut dipengaruhi oleh pergerakan angin yang melintasi benua dan samudra yang mengapit suatu wilayah.

Bumi bukanlah satu-satunya planet yang mengelilingi matahari dan memiliki bentuk hampir bulat sempurna di tata surya kita. Namun, apakah planet-planet lain juga mengalami pola pergantian musim yang serupa?

Dikutip dari laman Live Science pada Rabu (14/05/2025), para ahli berpendapat bahwa pola musim di planet lain dipengaruhi oleh kondisi unik mereka sendiri. Sebagai perbandingan, bumi memiliki sumbu rotasi miring sebesar 23,5 derajat yang menyebabkan perubahan 4 musim.

Musim ini sangat dipengaruhi oleh posisi bumi terhadap matahari serta kemiringan sumbu rotasinya. Sebagai penjelasan, ketika bumi berada di satu sisi matahari, posisi belahan bumi utara berharapan dengan matahari dan belahan bumi selatan berada di titik terjauhnya.

Enam bulan kemudian, belahan bumi selatan berpindah ke sudut yang lebih dekat dengan matahari. Sementara belahan bumi utara justru berada di sudut yang lebih jauh.

Sementara itu, planet Mars memiliki sumbu kemiringan 25 derajat yang selisih sedikit dengan bumi. Maka variasi musim di Planet Mars serupa dengan bumi.

Meski memiliki pola variasi yang sama, Makan, musim dingin di Mars didominasi es karbon dioksida. Es kering ini membentuk retakan-retakan serupa jaring di permukaan planet.

Di sisi lain, beberapa planet di tata surya juga memiliki kemiringan sumbu yang berbeda. Kemudian planet Merkurius yang tidak memiliki kemiringan sama sekali, sehingga membuatnya "hampir tidak mengalami perubahan musim".

Ada pula planet lain seperti Uranus dengan kemiringan 90 derajat yang membuat musim di sana sangat ekstrem. Ketika musim panas, sinar matahari akan terus menerus menerangi satu sisi planet, sedangkan pada musim dingin adalah kegelapan abadi.

 

Sumbu Kemiringan Planet Tidak Stabil

Tidak seperti bumi yang memiliki sumbu kemiringan relatif stabil karena keberadaan bulan, beberapa planet mengalami perubahan signifikan dalam kemiringan sumbunya dari waktu ke waktu. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Earth and Planetary Science Letters (2018), Mars mengalami variasi kemiringan antara 10 hingga lebih dari 40 derajat selama miliaran tahun.

Perubahan kemiringan ini tidak hanya bersifat periodik, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi iklim Mars secara keseluruhan. Ketika kemiringan meningkat, kutub Mars bisa menerima lebih banyak cahaya Matahari, menyebabkan pencairan es dan memicu perubahan atmosfer.

Sebaliknya, saat kemiringan menurun, suhu di kutub menjadi lebih dingin, memungkinkan penumpukan es dalam skala besar. Fluktuasi ini menghasilkan pola iklim yang sangat ekstrem dan tidak stabil, berbeda dari siklus musiman di Bumi yang cenderung konsisten dari tahun ke tahun.

Bahkan, perubahan iklim akibat variasi sumbu ini bisa berlangsung selama jutaan tahun, memengaruhi kondisi permukaan dan kemungkinan adanya air dalam bentuk cair di masa lalu Mars.

(Tifani)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya