Liputan6.com, Semarang - Gunung Gajah Telomoyo di Semarang tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang kerap terlupakan. Berawal dari situs purbakala hingga cerita rakyat, kawasan ini menjadi saksi bisu perjalanan masa lalu Jawa Tengah.
Mengutip dari berbagai sumber, Gunung Gajah Telomoyo terletak di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari rangkaian Pegunungan Telomoyo yang memiliki ketinggian sekitar 1.200 mdpl.
Advertisement
Selain populer sebagai destinasi pendakian, wilayah Gunung Gajah Telomoyo menyimpan berbagai situs bersejarah yang berkaitan dengan peradaban masa lalu. beberapa titik di lereng gunung, terdapat struktur batu yang diduga merupakan peninggalan dari era Hindu-Buddha.
Batu-batu tersebut merupakan bukti adanya aktivitas manusia pada masa lampau. Beberapa peneliti menduga struktur batu di lereng Gunung Gajah Telomoyo merupakan bagian dari candi atau bangunan religi kuno.
Nama gunung ini berasal dari legenda lokal tentang seekor gajah besar yang konon pernah menjelajahi kawasan tersebut pada masa lalu. Batu-batu berukuran besar di sekitar lereng gunung dipercaya masyarakat setempat sebagai jejak peninggalan gajah dalam cerita rakyat tersebut.
Beberapa warga sekitar masih percaya bahwa batu-batu besar di lereng gunung merupakan jejak kaki gajah tersebut. Selain itu, masyarakat juga mengenal kisah tentang pertapaan dan kegiatan spiritual yang pernah dilakukan di sekitar gunung pada masa kerajaan Mataram Islam.
Beberapa petilasan atau tempat yang dianggap keramat masih sering dikunjungi peziarah hingga kini. Pada masa kolonial Belanda, kawasan Gunung Gajah Telomoyo sempat menjadi wilayah perkebunan.
Jejak Peninggalan Kolonial
Jejak peninggalan kolonial Belanda masih dapat ditemukan di sekitar Gunung Gajah Telomoyo, termasuk reruntuhan rumah administratur perkebunan dan sistem irigasi kuno yang masih terlihat. Jalur pendakian yang digunakan wisatawan saat ini ternyata merupakan bekas jalan setapak zaman kolonial yang dulunya berfungsi untuk mengangkut komoditas perkebunan.
Struktur-struktur peninggalan sejarah ini menjadi bukti fisik bahwa kawasan gunung ini pernah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Saat ini, Gunung Gajah Telomoyo lebih populer sebagai destinasi pendakian dan berkemah yang menawarkan panorama indah Rawa Pening dari ketinggian.
Akan tetapi, di balik pesona alamnya, gunung ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban di wilayah tersebut. Bagi pengunjung yang ingin menjelajahi lebih jauh, terdapat banyak cerita masa lalu yang terpendam di balik lereng-lereng gunung ini, mulai dari peninggalan purbakala hingga jejak kolonial.
Penulis: Ade Yofi Faidzun