Lagi, Sebuah Sekolah di Gaza Hancur Dihantam Serangan Udara Israel

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 12 Mei 2025, 17:50 WIB
Lagi, Sebuah Sekolah di Gaza Hancur Dihantam Serangan Israel
Sebuah serangan udara Israel menghantam sekolah Fatima Bint Asad, yang merupakan rumah bagi lebih dari 2.000 pengungsi di kota Jabalia, Jalur Gaza utara pada Minggu (11/5/2025) malam waktu setempat. Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal kepada AFP, mengatakan sedikitnya 10 orang tewas, termasuk beberapa wanita dan anak-anak, serta puluhan lainnya mengalami luka. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa sedikitnya 2.701 orang telah tewas sejak Israel melanjutkan operasinya di Gaza pada 18 Maret 2025 lalu. Sementara, jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak situasi memanas pada 7 Oktober 2023 lalu meningkat menjadi 52.810 jiwa. Dan, sebagian besar wilayah dan fasilitas umum di Gaza luluh lantak.
Seorang anak perempuan Palestina melihat reruntuhan sekolah Fatima Bint Asad yang dihantam serangan semalam oleh Israel di Jabalia, Jalur Gaza utara, Senin 12 Mei 2025. (Bashar TALEB/AFP)
Sebuah serangan udara Israel menghantam sekolah Fatima Bint Asad, yang merupakan rumah bagi lebih dari 2.000 pengungsi di kota Jabalia, Jalur Gaza utara pada Minggu (11/5/2025) malam waktu setempat. (Bashar TALEB/AFP)
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal mengatakan sedikitnya 10 orang tewas, termasuk beberapa wanita dan anak-anak, serta puluhan lainnya mengalami luka. (Bashar TALEB/AFP)
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa sedikitnya 2.701 orang telah tewas sejak Israel melanjutkan operasinya di Gaza pada 18 Maret 2025 lalu. (Bashar TALEB/AFP)
Sementara, jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak situasi memanas pada 7 Oktober 2023 lalu meningkat menjadi 52.810 jiwa. (Bashar TALEB/AFP)
Sebagian besar wilayah dan fasilitas umum di Gaza luluh lantak setelah pasukan Israel menyerbu wilayah tersebut sebagai balasan atas serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. (Bashar TALEB/AFP)
Dan hampir seluruh penduduk Gaza terpaksa mengungsi beberapa kali karena pertempuran dan pengeboman Israel yang terus berlanjut. (Bashar TALEB/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya