Umat Buddha mengikuti prosesi Puja Bakti di Wihara Arya Dwipa Arama, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/5/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Hari ini, Senin (12/5/2025), ratusan umat Buddha memperingati Perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE di Wihara Arya Dwipa Arama, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Tahun ini, Perayaan Tri Suci Waisak mengusung tema Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia dengan agenda Pradaksina, Puja Bakti, dan Fang Shen. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Setiap perayaan Waisak, setiap individu diajak untuk merenungkan kembali ajaran luhur Sang Buddha, khususnya dalam hal pengendalian diri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengendalian diri menjadi landasan utama untuk menciptakan kedamaian batin. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengendalian ini juga berperan dalam menciptakan dan memelihara keharmonisan, baik secara pribadi maupun interaksi sosial. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Selain itu, dalam ada subtema yang diusung dalam Perayaan Tri Suci Waisak tahun 2025/2569 BE, yakni Bersatu Mewujudkan Damai Waisak untuk Kebahagiaan Semua Makhluk. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Subtema ini mengandung makna yang cukup dalam dan selaras dengan ajaran Buddha tentang cinta kasih, kebijaksanaan, dan welas asih. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perayaan Tri Suci Waisak merupakan hari sakral bagi umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan agung, dan wafatnya (parinibbana). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perayaan Tri Suci Waisak juga menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perayaan Tri Suci Waisak merupakan momen reflektif dan religius yang mengajak umat meneladani nilai luhur Buddha dan mengamalkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. (Liputan6.com/Herman Zakharia)