Liputan6.com, Jakarta Arema FC harus menelan pil pahit saat menjamu Persik Kediri dalam derby Jawa Timur di pertandingan pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2025 yang digelar di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (11/5/2025) sore WIB.
Singo Edan dipaksa mengakui keunggulan tamunya usai kalah 0-3 akibat gol Vava Mario Yagalo, Ramiro Fergonzi, dan Jose Valente. Hasil ini membuat Persik Kediri berhak naik ke urutan 12 klasemen sementara dengan perolehan 40 poin dari 32 pertandingan.
Advertisement
Sementara itu, Arema yang kalah di kandang sendiri menghuni urutan 10 tabel usai mengumpulkan 46 angka dalam 32 laga sejak awal musim.
Menilik jalannya laga, duo kesebelasan bergantian melancarkan serangan dengan tempo yang cukup cepat di 10 menit pertama. Meski begitu, belum ada serangan berbahaya dilancarkan, baik oleh tim tuan rumah maupun kubu tamu.
Persik Kediri mendapatkan kesempatan untuk membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui serangan balik cepat. Sayangnya, umpan lambung Yusuf Meilana dari sisi kiri gagal menemui Ramiro Fergonzi yang sudah menunggu di dalam kotak penalti.
Setelahnya, giliran tuan rumah yang mendapatkan kesempatan emas melalui aksi individu Dalberto Luan. Dia melepas tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola mengarah tepat ke arah kiper Persik Leonardao Navacchio sehingga mudah diamankan.
Tiga menit berselang, Arema FC nyaris menjebol gawang Persik Kediri andai sundulan Muhammad Rafli tak terlalu lemah. Terlalu asyik menyerang, Singo Edan justru kecolongan dan harus tertinggal lebih dulu usai Vava Mario Yagalo mencetak gollewat sundulan pada menit ke-24.
Macan Putih hampir menggandakan keunggulan lagi pada menit ke-37. Keuntungan bagi Arema sebab tendangan kaki kiri Ze Valente masih melambung di atas mistar gawang. Dalam sisa waktu pada babak pertama, Arema FC terus menggempur lini belakang Persik Kediri. Namun, hingga 45 menit pertama berakhir, tak ada gol baru tercipta, yang membuat dan Persik tetap unggul 1-0.
Babak Kedua Arema FC vs Persik Kediri
Tim tuan rumah masih mengais peluang untuk mencetak angka penyeimbang pada babak kedua. Namun alih-alih mendapat gol, Singo Edan justru dipaksa bermain dengan 10 penggawa sejak menit ke-62 sebab Johan Alfarizi diganjar kartu merah usai melakukan gerakan yang tak perlu di kotak terlarang.