Bersiap Tawuran, Tujuh Pemuda Bersenjata Celurit di Menteng Ditangkap Polisi

Tujuh orang remaja bersenjata tajam itu diciduk saat nongkrong di Jalan Raden Saleh Raya, Minggu dini hari (11/5/2025).

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 11 Mei 2025, 09:37 WIB
Tujuh orang remaja bersenjata tajam diciduk saat mau tawuran di Jalan Raden Saleh Raya, Minggu dini hari (11/5/2025). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta Polisi menggagalkan rencana aksi tawuran dua kelompok pemuda di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tujuh orang remaja bersenjata tajam itu diciduk saat nongkrong di Jalan Raden Saleh Raya, Minggu dini hari (11/5/2025).

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita dua celurit dan empat unit sepeda motor yang digunakan oleh mereka untuk melakukan tawuran.

Ketujuh orang sebagian besar masih di bawah umur berstatus pelajar dan sudah putus sekolah, mereka adalah MT (15), GR (16), SRP (18), RS (18), AAM (18), AB (29), dan YF (23).

Kasat Samapta Kompol William Alexander menjelaskan, ketujuh orang ini terendus saat anggotanya sedang melakukan patroli. Didapati pemuda yang gelagatnya sangat mencurigakan.

"Saat didekati, mereka mencoba menghindar dan membuang sesuatu. Setelah diperiksa, ditemukan dua celurit yang diduga akan digunakan untuk tawuran," kata William dalam keteranganya, Minggu (11/5/2025).

Kini ketujuh orang dibawa di Polsek Menteng. Mereka bakal dijerat Undang-Undang Darurat dengan ancaman 10 tahun penjara. "Kami tak akan ragu bertindak tegas demi keselamatan masyarakat," ucap William.

Polisi Tidak Toleransi Kejahatan Jalanan

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan komitmen jajarannya dalam menindak setiap potensi gangguan keamanan masyarakat.

"Kami tidak akan beri toleransi terhadap aksi kekerasan jalanan. Tawuran bukan budaya, ini kejahatan. Apalagi membawa senjata tajam, itu pelanggaran serius," ujar Susatyo.

 

Pentingnya Pengawasan Orangtua

Susatyo juga mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga terhadap anak-anak, terutama di malam hari.

"Kami minta para orang tua menjaga dan mendidik putra-putrinya. Jangan biarkan mereka keluar malam jika tidak ada keperluan mendesak. Dorong mereka untuk terlibat dalam kegiatan positif yang membangun masa depan. Jangan biarkan anak-anak kita bersimbah darah di jalanan," pungkasnya.

 

Infografis Pembentukan Satgas Basmi Premanisme & Ormas Meresahkan. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya