Liputan6.com, Garut - Didampingi Bupati Garut, Direktur Jenderal Penyelanggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI, melepas jemaah haji kloter 22 asal Garut, Jawa Barat, tepat pukul 24.00 WIB, pada gelombang pertama keberangkatan jemaah haji musim haji 1446H/2025.
Kehadiran Dirjen PHU Kemenag RI Hilman Latief di kota dodol Garut, sekaligus bernostalgia mengulang memori indah anak-anak di daerah yang terkenal dengan domba Garutnya itu.
Advertisement
“Sekitar akhir tahun 1980-an Pengkolan (jalan Jendral A. Yani) ini, kemudian Babancong (tempat pelepasan jemaah haji), adalah tempat bermain kami saat kecil,” ujar dia, di sela-sela sambutan pelepasan jemaah haji asal Garut, Sabtu (10/5/2025) malam.
Menurutnya, menjadi jemaah haji adalah panggilan Tuhan yang maha kuasa, sehingga dibutuhkan kesiapan mental dan fisik untuk menjalani ritual ibadah rukun islam ke lima itu.
“Mohon kepada seluruh jemaah patuhi semua perintah dan atutan yang telah ditentukan,” ujar dia mengingatkan.
Saat ini kondisi cuaca Arab Saudi dalam kondisi panas, dengan temperatur lebih dari 40 derajat celsius setiap hari, sehingga membutuhkan kesiapan fisik semua jemaah.
“Pesan kami ke jemaah haji mohon tetap menjalin komunikasi dengan baik, kalau ada keluhan sampai segera ke petugas, insyalloh dengan senang hati petugas segera akan melayani dengan baik,” ujar dia.
Tahun ini total kuota haji Indonesia mencapai 221.000 jemaah, terdiri dari 203.320 kuota jemaah reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus.
“Tugas kami adalah berupaya membawa sebanyak-banyaknya jemaah dan membawa lagi sebanyak-banyak mereka ke tanah air, semoga ibu dan bapak diberikan kemudahan,” ujar dia.
Khusus untuk gelombang pertama keberangkatan total ada sekitar 60 ribu lebih dari 158 kloter jemaah haji asal Indonesia yang telah sampai di kota Madinah.
“Ada juga sekitar 5.000 di Mekah yang mulai terjadi pergseran dari Madinah dan berjalan lancar,” kata dia.
Ihwal adanya beberapa perubahan jadwal penerbangan yang menimpa jemaah haji Indonesia pada gelombang pertama, Hilman menegaskan hal itu sudah ditangani dengan baik, dan jadwal penerbangan kembali normal sesuai rencana.
“Tentu saja kita juga sudah siapkan strategi di mana seluruh seluruh jemaah akan dilayani syarikah-syarikah yang sudah berkontrak dengan kita, dengan layanan yang baik dan jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa,” ujar dia.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menambahkan, total jemaah haji asal Garut kloter 22 berjumlah sekitar 442 orang, dengan rincian 435 jemaah haji dan 7 orang petugas.
“Untuk musim haji tahun ini kami telah menganggarkan untuk membantu keberangkatan dan kepulangan jemaah haji hingga Rp 900 juta,” kata dia.
Di tengah cuaca panas yang tengah menyelimuti wilayah Arab Saudi, Syakur meminta seluruh jemaah haji asal Garut tetap menjaga kesehatan dan ritme aktivitas keseharian dengan tidak memporsir energi berlebih.
“Hidup di sana agak berbeda dengan kita terutama juga soal makanan, rutin olahraga, jaga pola makan meskipun agak berbeda dengan kita, supaya seluruh jemaah tetap terjaga dalam keadaan bugar,” kata dia.