Fenomena Manusia Silver, Realitas Pahit di Tengah Megahnya Kota Jakarta

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 10 Mei 2025, 19:05 WIB
Fenomena Manusia Silver, Realitas Pahit di Tengah Megahnya Kota Jakarta
Keberadaan manusia silver merupakan fenomena sosial yang terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia, salah satunya Jakarta. Untuk mendapat penghasilan, mereka rela mengecat tubuh dengan cairan berwarna perak atau silver. Mereka berharap bisa mendapatkan uang dari para pengguna kendaraan bermotor. Berbagai alasan melatarbelakangi orang sampai memilih menjadi manusia silver, salah satunya persoalan ekonomi di tengah sulitnya lapangan kerja dan minimnya akses pendidikan serta keahlian. Keberadaan manusia silver merupakan simbol atau penanda bagaimana sebagian masyarakat merespons krisis ekonomi dengan cara yang paling dasar—berjuang untuk bertahan hidup. Di Jakarta, fenomena manusia silver merupakan sebuah realitas pahit yang mempertontonkan kesenjangan sosial hidup di antara megahnya kota metropolitan.
Foto yang diambil pada 7 April 2025 ini menunjukkan manusia silver Keris Munandar (kanan), saudaranya Ari Munandar (kiri), dan tetangganya Riyan Ahmad Fazriyansah menumpang di bagian belakang truk kontainer untuk mencapai persimpangan di Jakarta. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Keberadaan manusia silver merupakan fenomena sosial yang terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia, salah satunya Jakarta. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Untuk mendapat penghasilan, mereka rela mengecat tubuh dengan cairan berwarna perak. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Manusia silver sering terlihat di perempatan jalan raya atau sekitar rambu lalu lintas. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Mereka berharap bisa mendapatkan uang dari para pengguna kendaraan bermotor. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Berbagai alasan melatarbelakangi orang sampai memilih menjadi manusia silver, salah satunya persoalan ekonomi di tengah sulitnya lapangan kerja dan minimnya akses pendidikan serta keahlian. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Menjadi manusia silver merupakan alternatif atau jalan lain bagi sebagian kalangan untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Keberadaan manusia silver menjadi simbol bagaimana sebagian masyarakat merespons krisis ekonomi dengan cara yang paling dasar—dengan berjuang untuk bertahan hidup. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Eksistensi manusia silver mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menyediakan jaring pengaman sosial serta akses lapangan kerja yang memadai. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Di Jakarta, fenomena manusia silver merupakan sebuah realitas pahit yang mempertontonkan kesenjangan sosial hidup di antara megahnya kota metropolitan. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya