Megawati Ingatkan Revisi UU Pemilu Bukan Hanya Demi Kekuasaan

Megawati menegaskan revisi nantinya tidak boleh hanya demi kekuasaan semata. Ia mengingatkan bahwa bukan untuk membeli kekuasaan.

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 09 Mei 2025, 09:40 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan di acara Pengarahan Kepala Daerah PDIP yang terpilih di Pilkada 2024, yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/2/2025). (Foto: Dokumentasi Tim Media PDIP).

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyingung revisi Undang-undang Pemilu yang akan digarap DPR. Megawati mengaku belum mengetahui wacana revisi UU Pemilu tersebut.

"Ini mau berubah pula Undang-Undang Pemilu. Saya belum tahu," kata Megawati dalam pidatonya di acara Trisakti Tourism Award, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (8/5/2024).

Megawati menegaskan revisi nantinya tidak boleh hanya demi kekuasaan semata. Ia mengingatkan bahwa bukan untuk membeli kekuasaan.

"Tapi please niatnya negara untuk melakukan pemilu itu bukan untuk mencari seseorang akhirnya membeli kekuasaan. Pada saat sekarang. Orang hanya berpikir seperti itu. Saya lihatin aja," ujarnya.

Diketahui, Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan memastikan tak ada tarik-menarik antara Baleg dan Komisi II terkait pembahasan RUU Pemilu. Bob mengatakan saat ini RUU Pemilu akan mulai disusun.

"Nggak ada tarik-menarik. RUU Pemilu itu belum ada tarik menarik," kata Bob di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2025).

"Dalam pengertian, sekarang ini RUU Pemilu sedang masuk dalam proses giliran untuk pembahasan atau dimulainya penyusunan," sambungnya.

Belum Ada Kepastikan Kapan Dimulai

Meski demikian, Bob belum dapat memastikan kapan RUU Pemilu akan mulai dibahas. Meski begitu, kata dia, DPR memiliki waktu 2 tahun untuk membahas RUU Pemilu.

"Ya kita kan nanti akan melihat momentumnya. Batasnya itu kan sampai 2 tahun, sampai 2026. Nah itu 2026 bisa jadi nanti ke depan kita bahas lagi. Di sini juga di tahun ini juga akan kita bahas lagi. Tapi ini masih program saja," katanya.

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya