Liputan6.com, Jakarta Harga emas turun lebih dari 1% pada Rabu (waktu AS), tertekan oleh penguatan dolar AS dan optimisme terkait pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Dikutip dari CNBC, kamis (8/5/2025), harga emas spot turun 1,1% menjadi USD 3.390,26 per ons.
Sementara kontrak berjangka emas AS turun 0,7% ke level USD 3.399,1 per ons.
Advertisement
Dolar AS menguat 0,2% terhadap mata uang utama lainnya. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing lainnya. Penguatan dolar ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.
The Fed Tahan Suku Bunga, Soroti Risiko Ekonomi
Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Rabu sore. The Fed tetap pada pernyataan sebelumnya bahwa mereka tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, namun menambahkan bahwa mereka memantau ketidakpastian ekonomi secara ketat.
“Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi semakin meningkat,” kata pernyataan The Fed.
“Komite memperhatikan risiko terhadap dua mandat utamanya, dan menilai bahwa risiko meningkatnya pengangguran serta inflasi juga semakin besar.”
Konsensus pasar saat ini menunjukkan tidak akan ada pemangkasan suku bunga sebelum bulan Juli. Suku bunga tinggi biasanya membebani harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Negosaisai AS-Tiongkok
Harapan Baru dari Pembicaraan Dagang AS-TiongkokMenteri Keuangan AS Scott Bessent dan Kepala Negosiator Perdagangan Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan Tsar Ekonomi Tiongkok He Lifeng di Swiss akhir pekan ini.
Pertemuan ini dinilai sebagai langkah awal dalam menyelesaikan perang dagang yang telah mengganggu ekonomi global.
“AS dan Tiongkok secara formal mencoba memulai dialog mengenai tarif, memicu optimisme di pasar berisiko,” ujar Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities.
Harga Emas Sudah Naik hampir 30%
Harga emas, yang kerap menjadi aset lindung nilai terhadap ketegangan geopolitik, telah naik 29,1% sepanjang tahun ini.
Bank of America memperkirakan harga emas bisa naik kembali pada paruh kedua 2025 dan berpotensi mencapai USD 4.000 per ons.
Sementara itu, data resmi menunjukkan bank sentral Tiongkok menambah cadangan emasnya untuk bulan keenam berturut-turut pada April.4o