PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyiapkan anggaran investasi hingga US$ 35 juta untuk membangun sekitar 4 pabrik di 2013 ini.
Vice Chief Executive Officer Pan Brothers, Anne Patricia mengungkapkan, kalau pembangunan 4 pabrik akan menambah kapasitas produksi perseroan sehingga memberi penambahan bisnis Pan Brothers.
"Sampai saat ini kapasitas produksi yang dihasilkan oleh perseroan mencapai 42 juta potong pakaian tiap tahunnya. Dengan penambahan pabrik, maka akan menambah kapasitas hingga 12-15 juta potong lagi tiap tahun," kata Anne usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (31/5/2013).
Anne menjelaskan, pembangunan pabrik tersebut akan berada di luar wilayah Jabodetabek, sehingga biaya upah minimum regional (UMR) bisa lebih rendah.
Perseroan menargetkan pada bulan Juli tahun ini akan melakukan pemancangan tiang pertama pabriknya, yang masa pekerjaannya bisa mencapai 4 bulan.
Perseroan menganggarkan dana pembangunan empat pabrik itu dari kas internal perseroan dan sindikasi perbankan melalui kredit investasi mencapai US$ 15 juta.
"Sindikasi tersebut didapat dari 22 bank yang dipimpin UOB, ANZ dan HSBC, yang revolvingnya bisa mencapai total US$ 165 juta," ungkapnya.
Selain itu, dia menuturkan, dana pembangunan satu pabrik memerlukan tanah seluas 2,5 hektar (ha), sedangkan luas bangunan mencapai 1 ha.
"Dari empat pabrik yang total kapasitasnya mencapai 120 line. Untuk satu line saja mencapai 55-60 mesin. Dari satu pabrik memiliki 30 jenis produksi, untuk jenisnya seperti pakaian Polo shirt," jelasnya.
Dia mengaku perseroan pada tahun ini tidak memberikan dividen kepada para pemegang saham, karena perseroan melakukan ekspansi besar-besaran.
Seperti diketahui, perseroan membukukan laba bersih hingga mencapai Rp 73,6 miliar di tahun buku 2012, untuk penjualan saja sudah mencapai Rp 2,7 triliun di 2012.
Merek Baru
Pan Brothers pada tahun ini juga akan meluncurkan merek terbaru sebagai langkah ekspansi bisnis di tahun ini. "Untuk soft launching pada bulan Juni tahun ini, perseroan menamakan bran terbaru itu Zoe," ujar Anne.
Dia mengungkapkan, dalam melancarkan rencana tersebut, perseroan akan membentuk perusahaan patungan (joint venture). Tapi ketika ditanya partner strategi yang akan memproduksi merek baru tersebut, dia mengaku belum bisa mengungkapkannya.
"Dari perusahaan patungan itu, sekitar 70% masih akan dimiliki oleh perseroan, sedangkan sisanya yang mencapai 30% dimiliki oleh partner," katanya.(Dis/Nur)
Vice Chief Executive Officer Pan Brothers, Anne Patricia mengungkapkan, kalau pembangunan 4 pabrik akan menambah kapasitas produksi perseroan sehingga memberi penambahan bisnis Pan Brothers.
"Sampai saat ini kapasitas produksi yang dihasilkan oleh perseroan mencapai 42 juta potong pakaian tiap tahunnya. Dengan penambahan pabrik, maka akan menambah kapasitas hingga 12-15 juta potong lagi tiap tahun," kata Anne usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (31/5/2013).
Anne menjelaskan, pembangunan pabrik tersebut akan berada di luar wilayah Jabodetabek, sehingga biaya upah minimum regional (UMR) bisa lebih rendah.
Perseroan menargetkan pada bulan Juli tahun ini akan melakukan pemancangan tiang pertama pabriknya, yang masa pekerjaannya bisa mencapai 4 bulan.
Perseroan menganggarkan dana pembangunan empat pabrik itu dari kas internal perseroan dan sindikasi perbankan melalui kredit investasi mencapai US$ 15 juta.
"Sindikasi tersebut didapat dari 22 bank yang dipimpin UOB, ANZ dan HSBC, yang revolvingnya bisa mencapai total US$ 165 juta," ungkapnya.
Selain itu, dia menuturkan, dana pembangunan satu pabrik memerlukan tanah seluas 2,5 hektar (ha), sedangkan luas bangunan mencapai 1 ha.
"Dari empat pabrik yang total kapasitasnya mencapai 120 line. Untuk satu line saja mencapai 55-60 mesin. Dari satu pabrik memiliki 30 jenis produksi, untuk jenisnya seperti pakaian Polo shirt," jelasnya.
Dia mengaku perseroan pada tahun ini tidak memberikan dividen kepada para pemegang saham, karena perseroan melakukan ekspansi besar-besaran.
Seperti diketahui, perseroan membukukan laba bersih hingga mencapai Rp 73,6 miliar di tahun buku 2012, untuk penjualan saja sudah mencapai Rp 2,7 triliun di 2012.
Merek Baru
Pan Brothers pada tahun ini juga akan meluncurkan merek terbaru sebagai langkah ekspansi bisnis di tahun ini. "Untuk soft launching pada bulan Juni tahun ini, perseroan menamakan bran terbaru itu Zoe," ujar Anne.
Dia mengungkapkan, dalam melancarkan rencana tersebut, perseroan akan membentuk perusahaan patungan (joint venture). Tapi ketika ditanya partner strategi yang akan memproduksi merek baru tersebut, dia mengaku belum bisa mengungkapkannya.
"Dari perusahaan patungan itu, sekitar 70% masih akan dimiliki oleh perseroan, sedangkan sisanya yang mencapai 30% dimiliki oleh partner," katanya.(Dis/Nur)