UMK Indonesia Unjuk Gigi di Pameran Produk Kesehatan Kanada

Pameran itu merupakan salah satu agenda bisnis terbesar di Kanada yang mengangkat produk kesehatan alami, organik, serta gaya hidup sehat.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 07 Mei 2025, 05:43 WIB
Pameran Canadian Health Food Association (CHFA) Now 2025, di Vancouver Convention Centre West, Kanada, 26–27 April 2025 (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia unjuk gigi di pameran Canadian Health Food Association (CHFA) Now 2025, di Vancouver Convention Centre West, Kanada, 26–27 April 2025. Pameran itu merupakan salah satu agenda bisnis terbesar di Kanada yang mengangkat produk kesehatan alami, organik, serta gaya hidup sehat.

Indonesia, diwakili oleh UMK Agradaya yang difasilitasi Pelindo menampilkan produk minuman herbal berbahan dasar rempah asli Tanah Air, seperti kunyit, jahe, dan temulawak yang telah melalui proses kurasi oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin seperti mengatakan, partisipasi UMK binaan Pelindo di pameran merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong kemandirian yang ingin UMK binaan tidak hanya berkembang secara produksi, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

"Pelindo terus berupaya membuka akses promosi dan jejaring global bagi para pelaku usaha lokal melalui Program Gedor Ekspor UMK yang didukung Direksi,” ujar Ali seperti dikutip dari keterangan diterima. Ali memastikan, pihaknya akan terus menjalin sinergi dengan siapa pun, termasuk perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, untuk memperluas eksposur UMK ke pasar ekspor.

"Dukungan terhadap Agradaya diharapkan menjadi contoh keberhasilan UMK naik kelas melalui program pemberdayaan UMK yang dilakukan BUMN," harap dia. Ali menambahkan, selain memperkenalkan produk unggulan, Agradaya juga aktif menjajaki kemitraan strategis dengan pelaku usaha lokal di Kanada. Salah satu mitra potensial yang tengah dijajaki adalah Archipelago Foods, perusahaan distribusi yang fokus memasarkan produk-produk Indonesia di wilayah Amerika Utara.

“Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi produk Agradaya ke jaringan ritel dan pasar komunitas diaspora Indonesia maupun konsumen lokal yang mulai menggemari produk herbal alami,” Ali menandasi.

 

B2B

Sebagai informasi, pameran di Kanada bersifat business to business (B2B), Agradaya tidak melakukan penjualan langsung kepada konsumen, namun lebih menekankan pada penjajakan kerja sama dengan mitra dagang dan distributor.

Agradaya mencatat estimasi potensi transaksi mencapai ratusan ribu dollar AS. Nilai tersebut mencerminkan antusiasme pelaku industri luar negeri terhadap produk berbasis rempah-rempah Indonesia, yang dinilai memiliki nilai tambah dari sisi kesehatan dan keberlanjutan.

Infografis Manfaat Berjalan Kaki Bagi Kesehatan. Source: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya