Liputan6.com, DIY - Sukses menjual kambing dengan memberdayakan Sales Promotion Girl (SPG) profesional sepanjang dua tahun terakhir. Adi Karnadi, peternak kambing di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berinovasi menggandeng mahasiswi dalam penjualan kambing satu bulan sebelum Idul Adha 1446 H, Juni nanti.
Saat tim Liputan6.com mendatangi kandang kambing 'Mutiara Eva' miliknya di Dusun Godegan RT 10, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, pengunjung langsung disambut empat mahasiswi yang mengenakan busana kantoran guna menjelaskan berbagai jenis dan harga kambing.
Advertisement
"Belajar dari pengalaman dua tahun sebelumnya, saya yang pertama memulainya di Yogyakarta. Menggunakan tenaga penjual perempuan cantik dan menarik, berdampak pada peningkatan penjualan kambing," terang Adi, Selasa (6/5/2025).
Adi bercerita, dari sisi penjualan pada 2023 hingga H-1 Idul Adha, peternakannya mampu menjual 400 ekor kambing secara online. Keberadaan sales perempuan menjadi daya tarik bagi pembeli untuk datang langsung ke tempatnya.
Tahun ini, Adi mencoba trik penjualan terbaru dengan menggandeng mahasiswi untuk menjajakan kambingnya. Ini akan menjadi tantangan bagaimana para mahasiswi belajar ilmu marketing langsung di lapangan dan sedikit seluk beluk usaha peternakan.
Selektif dalam memilih 70 lamaran yang masuk, Adi mengaku ada empat orang mahasiswi yang lolos untuk bekerjasama selama 30 hari ke depan. Sebelum bekerja melayani pengunjung, Adi mengaku mereka sudah dibekali dengan detail setiap kambing yang dijual.
"Kerjasama yang disepakati adalah sistem komisi. Setiap ekor yang terjual mereka mendapatkan Rp100 ribu. Apabila bisa menjual 10 ekor dalam satu hari, ada tambahan bonus Rp300 ribu," lanjutnya.
Dalam konsep penjualan, Adi membebaskan mereka berkreasi, asalkan setiap hari harus berada di kandang. Menurutnya, peluang pasar online yang besar inilah yang tengah disasarnya. Sehingga keberadaan mahasiswi yang akrab dengan pasar online dinilai sangat membantu.
Adi mengaku, meski baru dalam pemasaran, namun empat mahasiswi yang sudah dua hari terakhir berhasil menjualkan kambingnya sebanyak 125 ekor. Dirinya menargetkan dalam 30 hari ke depan akan terjual 700 ekor kambing mulai dari harga Rp2,5 juta sampai Rp10 juta.
"Setidaknya, meski hanya berjualan kambing. Saya mencoba memberikan pengalaman bagi mahasiswi mengenal dunia kerja. Saya ingin memberi pemahaman, jika ditekuni serius, dunia peternakan dan pertanian bisa dijadikan pekerjaan yang menghasilkan," tuturnya.
Pengalaman Seru Jadi Marketing Kandang Kambing
Satu dari empat tenaga pemasaran yang lolos seleksi, Nia Putri mengaku awalnya takut dan terbesit rasa jijik jika harus bekerja di kandang kambing. Namun setelah tahu kenyataan, hal-hal itu ternyata tidak terbukti.
"Saya baru tahu ternyata ada banyak jenis kambing yang diperdagangan dan kondisi kandangnya juga bersih. Ini memberi saya pengalaman di dunia peternakan, setidaknya mengenal dunia pertanian lewat pakan yang diberikan," kata Nia yang mengaku mahasiswa akhir di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.
Meski dunia pemasaran kambing baru dilakoni dua hari, Nia mengaku sudah mampu menjual 10 ekor kambing. Ia menyatakan pembelinya kebanyakan offline, namun beberapa dari jualan online seperti satu pembeli dari Kebumen.
"Yang penting selama jualan online kita jujur menyampaikan apa yang dijual. Kita juga memberi gambarang keuntungan beli di sini, yaitu dirawat sejak tanggal pembelian dan diantar hingga tanggal kesepakatan," jelasnya.
Pembeli yang datang langsung, Andi Wijatwo mengaku baru pertama kali ini menemui konsep penjualan yang menggandeng tenaga pemasaran wanita muda. Dirinya mengaku ini pertama kalinya menemukan di Yogyakarta.
"Saya kagum, ternyata tenaga penjualnya menguasai sekali detail produknya, maksud saya kambing yang ditawarkan. Rencana saya mau membeli satu untuk korban di sini untuk Idul Adha 1446 H besok," tutupnya.