Liputan6.com, Jakarta Aktor Jonathan Frizzy (JF) tengah menjadi sorotan setelah namanya terseret dalam kasus penyelundupan dan distribusi vape yang mengandung etomidate.
JF ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dan hasil gelar perkara. Menurut kepolisian JF diduga melakukan komunikasi dengan EDS, WNI yang tinggal lama di Thailand, dan kenal dengan jaringan narkoba di Thailand dan Malaysia.
Advertisement
"JF ini yang berkomunikasi dengan tersangka EDS. Lalu menyediakan kurir, mempersiapkan dari awal, memonitor dan memfasilitasi penjemputan," ujar Kasat Resnarkoba AKP Michael Tandayu.
Terkait adanya kandungan etomidate pada vape, pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Zullies Ikawati mengungkapkan beberapa fakta tentang obat keras ini:
1. Etomidate adalah Obat Bius
"Etomidate adalah obat anestesi (obat bius) yang disuntikkan ke pembuluh darah yang digunakan untuk induksi anestesi sebelum prosedur operasi atau sedasi untuk pasien yang akan dipasangi ventilator, misalnya di ruang ICU atau gawat darurat," kata Zullies.
Obat etomidate bekerja cepat membuat pasien tertidur tanpa terlalu menurunkan tekanan darah. Maka dari itu, obat ini sering dipakai untuk pasien dengan kondisi kritis, seperti syok atau trauma berat.
2. Sangat Berbahaya Jika Disalahgunakan
Zullies mengatakan etomidate merupakan obat keras yang harus resep dokter dan penggunaannya terbatas di lingkungan medis, seperti ruang operasi dan ICU.
"Etomidate bukan obat yang aman untuk penggunaan sembarangan, apalagi untuk rekreasi," kata Zullies.
Bila disalahgunakan, bisa sangat berbahaya, mulai dari penekanan fungsi adrenal hingga efek psikotropik. Berikut rinciannya:
1. Penekanan fungsi adrenal
"Tubuh tidak bisa menghasilkan hormon stres (kortisol), berisiko menyebabkan syok adrenal (bahaya kematian)," kata Zullies.
2. Depresi pernapasan
Penyalahgunaaan etomidate bisa membuat napas melambat atau berhenti.
3. Penurunan Kesadaran Berat
4. Kejang yang walau jarang, bisa terjadi pada beberapa orang.
5. Mual, muntah hebat.
6. Efek psikotropik
"Halusinasi atau sensasi "keluar dari tubuh" (dissociative experience) pada dosis tertentu, namun efek ini tidak stabil dan bisa sangat berbahaya," kata Zullies.
7. Ketergantungan Psikis
Efek ini meskipun lebih jarang dibandingkan zat seperti opioid.
3. Normalnya Disuntikkan ke Intravena, Bukan Hisap
Zullies mengatakan penggunaan normal etomidate hanya melalui suntikan intravena di rumah sakit. Ia menegaskan bahwa obat ini bukan didesain digunakan lewat vape.
"Etomidate tidak didesain untuk dihirup (inhalasi) atau digunakan lewat vape," kata Zullies.
Jika seseorang mencoba memasukkan etomidate ke dalam vape maka sangat berbahaya:
- Etomidate tidak stabil pada suhu tinggi hal ini membuat terjadi pemanasan vape bisa mengubah struktur kimia yang menghasilkan zat beracun.
- Dosis sulit dikontrol, hal ini memicu risiko overdosis sangat tinggi.
- Risiko kerusakan paru-paru parah karena partikel atau bahan kimia asing.
- Tidak ada data keamanan untuk penggunaan inhalasi.
4. Etomidate, Tidak Dijual Bebas
Obat etomidate di Indonesia dan Amerika Serikat serta banyak negara lainnya termasuk obat yang dikontrol ketat. Lalu, obat ini hanya boleh digunakan oleh dokter atau tenaga medis terlatih.
"Obat ini tidak dijual bebas di apotek biasa," katanya.
"Kalau ada yang menjual etomidate secara ilegal atau lewat jalur tidak resmi, itu melanggar hukum dan berisiko pidana," tutur Zullies.