Warga Gorontalo Sempat Kaget Rasakan Getaran Gempa M5,5 yang Guncang Bolaang Uki Sulut

Gempa Magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah barat daya Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, Selasa pagi (6/5/2025), terasa hingga Gorontalo.

oleh Arfandi IbrahimDiperbarui 06 Mei 2025, 10:42 WIB
tangkapan layar Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah barat daya Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Gempa Magnitudo 5,5 mengguncang wilayah barat daya Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (6/5/2025) pukul 06.57 Wita.

Guncangan gempa turut dirasakan hingga ke wilayah Provinsi Gorontalo. Meski hanaya sebentar, guncangan ini sempat membuat warga panik.

"Kami mengira guncangan berlanjut, alhamdulillah hanya sebentar," kata Muhtar, warga Gorontalo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa Bolaang Uki ini berada pada koordinat 0.14 LS dan 123.79 BT atau sekitar 57 kilometer barat daya Bolaang Mongondow Selatan, dengan kedalaman 10 kilometer.

“Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” demikian keterangan resmi BMKG yang disampaikan usai dilakukan analisis seismologis.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di beberapa wilayah sekitar, termasuk di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG.

Tips Utama Menyelamatkan Diri dari Gempa Bumi

Berikut adalah beberapa tips kunci untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi:

  1. Tetap tenang dan jangan panik: Menjaga ketenangan adalah langkah pertama dan terpenting dalam situasi darurat. Kepanikan hanya akan menghambat kemampuan Anda untuk berpikir jernih dan bertindak efektif.
  2. Lakukan "Drop, Cover, and Hold On": Ini adalah prosedur standar yang direkomendasikan oleh para ahli. Segera jatuhkan tubuh Anda ke lantai, cari perlindungan di bawah meja atau perabot kokoh, dan pegang erat-erat hingga guncangan berhenti.
  3. Jauhi jendela dan benda-benda yang dapat jatuh: Pecahan kaca dan benda-benda berat yang jatuh merupakan bahaya utama saat gempa. Hindari area di dekat jendela, rak buku, atau perabotan tinggi yang tidak terpasang dengan kuat.
  4. Jika berada di luar, cari ruang terbuka: Menjauh dari bangunan, pohon, tiang listrik, dan struktur lain yang mungkin runtuh. Carilah area terbuka yang luas dan tetap di sana hingga guncangan berhenti.
  5. Jika berkendara, berhenti dengan hati-hati: Jika Anda sedang mengemudi, kurangi kecepatan secara perlahan dan berhenti di tempat yang aman, jauh dari bangunan, pohon, atau jembatan. Tetap di dalam kendaraan hingga guncangan berhenti.

Menguasai tips-tips ini dapat meningkatkan peluang Anda untuk selamat dalam situasi gempa bumi. Penting untuk melatih dan membiasakan diri dengan prosedur-prosedur ini agar dapat bertindak secara otomatis saat gempa benar-benar terjadi.

Infografis BMKG Sebut Gempa Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Infografis 16 Zona Gempa Megathrust di Indonesia. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya