Liputan6.com, Jakarta - Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Pada aksi tersebut, perseroan menawarkan 12.482.937.500 saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Jumlah saham yang ditawarkan itu setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan setelah IPO. Berdasarkan prospektus yang beredar di media sosial, harga penawaran dipatok pada kisaran Rp 170-190 per saham. Dengan demikian, perseroan akan memperoleh sebanyak-banyaknya Rp 2,37 triliun dari IPO.
Advertisement
Dalam IPO tersebut, Chandra Daya Investasi menggandeng enam penjamin pelaksana emisi efek, yakni BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Henan Putihrai Sekuritas, OCBC Sekuritas Indonesia, dan Trimegah Sekuritas Indonesia. Namun penunjukkan ini bersifat sementara. Perusahaan membuka peluang bertambahnya penjamin emisi efek lainnya yang akan ditentukan kemudian.
Sinyal Anak Usaha Segera Debut Di Bursa
Rencana IPO PT CDI sebelumnya diungkapkan manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Agustus 2024 lalu. Saat itu, manajemen mengakui bahwa perseroan memang mulai menjajaki untuk kemungkinan rencana IPO atas PT CDI, namun terhadap masih dalam tahap pembahasan internal.
"Perseroan memang mulai menjajaki untuk kemungkinan rencana IPO atas PT CDI, namun terhadap hal ini masih dalam tahap pembahasan internal. Perseroan tentu saja akan tetap mengikuti dan mematuhi ketentuan dari peraturan Pasar Modal yang berlaku," ungkap General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk, Erri Dewi Riani dalam keterbukaan informasi Bursa.
Merujuk laporan keuangan TPIA kuartal I 2025, DCI membukukan aset lancar senilai USD 282,5 juta dan aset tidak lancar USD 889,71 juta. Bersamaan dengan itu, liabilitas jangka pendek tercatat sebesar USD 37,5 juta dan liabilitas jangka panjang USD 351,83 juta.
Pendapatan DCI sampai dengan 31 Maret 2025 tercatat sebesar USD 34,65 juta. Sementara laba tahun berjalan pada periode yang sama tercatat sebesar USD 30,23 juta.
TPIA Siapkan Rp 2 Triliun untuk Buyback Saham
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham pada 21 Maret-20 Juni 2025.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/3/2025), PT Chandra Asri Pacific Tbk akan siapkan dana Rp 2 triliun yang berasal dari kas internal untuk buyback saham. Adapun perkiraan jumlah lembar saham yang akan dibeli kembali maksimal 0,29 persen atau 250 juta saham dari total lembar saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. Perseroan menyebutkan pembelian kembali saham akan menyebabkan terjadinya pengalihan aset berupa kas menjadi saham treasuri.
“Pembelian kembali saham akan dilakukan dengan harga setinggi-tingginya Rp 10.000 per asham dengan tetap tunduk pada POJK No.13/2023,” demikian seperti dikutip.
Jumlah maksimal saham yang dapat dibeli kembali tetap akan memperhatikan jumlah saham free float Perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajemen Chandra Asri Pacific menyatakan pembelian kembali saham tidak akan mengakibatkan menurunnya pendapatan Perseroan dan tidak ada dampak yang signifikan atas pembiayaan Perseroan.
Tunjuk Henan Putihrai Sekuritas
Perseroan yakin pelaksanaan transaksi buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan.
Adapun Perseroan telah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas untuk menggelar buyback saham selama periode pembelian kembali saham dengan memperhatian peraturan perundang-undang yang berlaku. "Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui perdagangan di BEI,” tulis Perseroan.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 21 Maret 2025, harga saham TPIA melonjak 2,84 persen ke posisi Rp 7.250 per saham. Harga saham TPIA dibuka naik 150 poin ke posisi Rp 7.200 per saham. Saham TPIA berada di level tertinggi Rp 7.750 dan level terendah Rp 7.050 per saham. Total frekuensi perdagangan 30.661 kali dengan volume perdagangan 679.201 saham. Nilai transaksi Rp 498,9 miliar.