KMP Muchlisa Tenggelam di Perairan Teluk Balikpapan

Insiden kapal tenggelam terjadi di perairan Teluk Balikpapan. Kali ini kapal penyeberangan yang diketahui bernama Muchlisa yang dioperasikan oleh PT Sadena Mitra Bahari tenggelam di wilayah perairan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (5/5/2025) sore.

oleh ApriyantoDiperbarui 05 Mei 2025, 17:12 WIB
Tangkap layar tenggelamnya KMP Muchlisa di perairan Teluk Balikpapan.

Liputan6.com, Balikpapan - Insiden kapal tenggelam terjadi di perairan Teluk Balikpapan. Kali ini kapal penyeberangan yang diketahui bernama KMP Muchlisa yang dioperasikan oleh PT Sadena Mitra Bahari tenggelam di wilayah perairan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (5/5/2025) sore.

Insiden terjadi sekitar pukul 15.35 Wita saat kapal sedang menyeberang di jalur pelayaran reguler Balikpapan - Penajam. Belum ada informasi resmi mengenai jumlah penumpang, korban, ataupun faktor penyebab tenggelamnya kapal.

Otoritas pelabuhan dan tim SAR telah bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian, evakuasi, dan investigasi awal. Proses penyelamatan masih berlangsung hingga saat ini.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menunggu informasi yang valid dan tidak menyebarkan kabar yang belum dikonfirmasi. Keterangan lebih lanjut akan disampaikan begitu data resmi tersedia.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan segera mengerahkan tim rescue dan sejumlah alut lengkap untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan awal pada pukul 15.15 Wita dan langsung melakukan respons cepat.

"Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan pihak pelapor dan menggerakkan personel ke lokasi kejadian menggunakan RBB dan KN SAR Wisanggeni 236. Tim berangkat pada pukul 15.30 Wita dan saat ini sudah tiba di lokasi, untuk selanjutnya melakukan pencarian," ujar Dody.

Dalam operasi ini, tim SAR dilengkapi dengan peralatan komunikasi, medis, perlengkapan selam, hingga drone thermal untuk mendukung pencarian korban.

Dody juga menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih mendalami data jumlah korban. “Kami fokus pada upaya evakuasi dan pencarian. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara berkala.” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung dan belum ada konfirmasi jumlah korban secara pasti.

Diduga As Baling-Baling Patah, 2 Orang Masih Dalam Pencarian

Tim SAR gabungan dari Basarnas Kota Balikpapan saat melakukan operasi pencarian dan pertolongan pada insiden tenggelamnya KMP Muchlisa, pada Senin (5/5/2025)

Salah satu penumpang bernama Panda, insiden bermula saat poros baling-baling kapal (as kipas) patah, yang menyebabkan mesin utama mati total. Kondisi tersebut kemudian memicu kebocoran di badan kapal dan membuat air laut masuk secara perlahan.

“As baling-baling patah. (Kapal tenggelam) karena bocor,” ungkap Panda.

Ia juga menyebutkan bahwa saat kejadian, seluruh penumpang berhasil dievakuasi sebelum kapal benar-benar tenggelam ke dasar laut. Belum ada laporan korban jiwa hingga saat ini.

“Ada 12 mobil di dalam kapal, berangkat dari Kariangau ke Penajam. Karena bocor itu kita pindah semua ke kapal lain,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto membenarkan peristiwa tenggelamnya KMP Muchlisa di perairan Penajam.

Saat ini, personel Gabungan dari Satpolairud beserta TNI AL, Basarnas dan BPBD sudah di tempat kejadian kapal tenggelam untuk melaksanakan proses evakuasi secara menyeluruh.

Lanjutnya, Info sementara penyebab tenggelamnya kapal diduga karena as propellernya patah dan lepas yang mengakibatkan mesin sebelah mati sehingga air masuk lewat burit kapal.

Untuk penumpang, sebagian besar telah berhasil dievakuasi menggunakan kapal sebelum kapal miring lalu tenggelam. Dan para korban yang selamat dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Informasi ada dua penumpang yang belum ditemukan yang diduga terjebak di dalam kapal. Saat ini masih dalam pencarian oleh tim gabungan di lokasi kejadian,” dia memungkasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya