Cuaca Besok Rabu 7 Mei 2025: Langit Jabodetabek Pagi dan Siang Akan Berawan

Cuaca pagi Jakarta besok, Rabu, 7 Mei 2025, diprakirakan seluruh langitnya akan berawan. Demikianlah prediksi cuaca besok.

oleh Fenicia EffendiDiterbitkan 06 Mei 2025, 08:15 WIB
Ilustrasi Awan (pexels.com/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca pagi Jakarta besok, Rabu, 7 Mei 2025, diprakirakan seluruh langitnya akan berawan. Demikianlah prediksi cuaca besok.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta pada siang hari diperkirakan berawan. Kemudian pada malam harinya cuaca wilayah Jakarta seluruhnya juga cerah beraawan.

Sementara untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Bekasi dan Kota Bogor, Jawa Barat diprakirakan cuaca pagi berawan dan hujan ringan siang akan berawan dan turun hujan dengan intensitas ringan dan malam akan cerah berawan.

Lalu di wilayah Depok, Jawa Barat, pada pagi dan malam hari diprediksi akan cerah berawan, namun siangnya akan turun hujan dengan intensitas ringan.

Kemudian di wilayah Kota Tangerang, Banten, cuaca pagi dan siang berawan, dan malam cerah.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat   Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan   Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Timur   Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Utara   Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu   Berawan  Berawan  Cerah
 Bekasi   Berawan   Berawan  Cerah Berawan
 Depok   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Kota Bogor   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Berawan
 Tangerang  Berawan  Berawan  Berawan

Kemarau Diprediksi Datang Lebih Cepat

Ilustrasi - Sawah di musim kemarau. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Sebelumnya, BMKG memprakirakan musim kemarau 2025 di Indonesia diprediksi akan datang lebih cepat di beberapa wilayah, dimulai pada April, hingga Mei dan Juni. Meskipun durasi musim kemarau diprediksi lebih pendek dari biasanya, potensi risiko tetap ada dan perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat dan sektor terkait.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti dikutip dari laman resmi BMKG mengatakan, secara umum puncak musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Juni, Juli dan Agustus 2025.

BMKG telah menganalisis data iklim dan cuaca, mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi musim kemarau di Indonesia. 

Pada bulan April, sekitar 115 Zona Musim (ZOM) memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan meningkat pada Mei dan Juni, meliputi sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua. Nusa Tenggara diperkirakan mengalami kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi antara Juni hingga Agustus 2025.

Wilayah Jawa bagian tengah dan timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku diperkirakan mengalami puncak kekeringan pada bulan Agustus. Wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal, yaitu Juni-Juli. 

Waspada Karhutla

Tim BPBD Kalsel memadamkan karhutla di wilayah Desa Pandahan Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. (Liputan6.com/Aslam Mahfuz)

BMKG juga memprediksi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera dan Kalimantan. Hal ini perlu diantisipasi dengan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang memadai. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Perlu diingat bahwa prediksi cuaca dapat berubah seiring waktu, sehingga penting untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG. 

Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, menjelang musim kemarau 2025. BNPB juga telah menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Pekanbaru, Riau, Selasa kemarin (29/4/2025).

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan apel tersebut melibatkan 28 kementerian/lembaga serta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan.

"Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi musim kemarau yang diproyeksikan dimulai pada akhir April hingga awal Mei," kata Suharyanto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya