Perjalanan Musik Remix di Indonesia

House, yang berkembang di klub-klub malam, menjadi titik awal bagi perkembangan remix di tanah air. Pada dekade 2000-an, musik remix mulai merambah genre dangdut.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 08 Mei 2025, 17:00 WIB
Suasana festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (9/12/2022). Digelarnya kembali festival musik DWP 2022 secara offline seolah mengobati kerinduan para penggemar musik electronic remix usai pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Yogyakarta - Perkembangan musik remix di Indonesia dimulai pada era 1990-an dengan munculnya grup musik Barakatak yang membawa pengaruh musik House. Pada tahun 2000-an, remix merambah ke genre dangdut, melahirkan subgenre seperti dangdut koplo dan dangdut remix.

Mengutip dari berbagai sumber, grup musik Barakatak menjadi salah satu pelopor musik remix di Indonesia. Awalnya mereka membawakan musik Sunda.

Akan tetapi, mereka beralih ke aliran House setelah pindah ke Jakarta. Perubahan ini menandai awal adaptasi musik elektronik dalam kancah musik Indonesia.

House, yang berkembang di klub-klub malam, menjadi titik awal bagi perkembangan remix di tanah air. Pada dekade 2000-an, musik remix mulai merambah genre dangdut.

Muncul subgenre seperti dangdut koplo dan dangdut remix yang menggabungkan beat elektronik dengan melodi tradisional. Fenomena ini membuat dangdut semakin dinikmati oleh kalangan muda.

DJ dan produser musik mulai aktif memproduksi remix dangdut yang memperluas pasar dan pengaruhnya di industri musik.

 

Mengubah Struktur

Remix adalah proses mengolah ulang sebuah lagu dengan mengubah struktur, menambahkan efek, atau mengganti instrumen. Berbeda dengan cover yang mempertahankan aransemen asli, remix bisa mengubah genre, tempo, atau bahkan menciptakan versi yang sama sekali baru.

Tujuannya beragam, mulai dari penyesuaian kebutuhan DJ hingga eksperimen musikal. Keberadaan musik remix memperkaya khazanah musik Indonesia.

Era digital, remix semakin mudah diproduksi berkat perangkat lunak musik. Platform seperti YouTube dan SoundCloud menjadi sarana distribusi bagi produser independen.

Tren kolaborasi lintas genre juga semakin kuat, seperti remix yang menggabungkan pop, dangdut, dan elemen tradisional. Remix masa kini semakin menonjolkan percampuran unsur budaya.

Terdapat kecenderungan menggabungkan sample musik tradisional seperti gamelan atau suling dengan beat elektronik. Komunitas seperti Indra7 dan Sunmantra secara aktif mengeksplorasi fusion antara elemen lokal dan global.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya