Minimalisir Risiko Kecelakaan Jalur Sitinjau Lauik, Menteri PU Doddy Hanggodo Groundbreaking Flyover Panorama I di Padang

Terkait pembangunan konstruksi Flyover Panorama I ini, Menteri Dody berpesan agar memperhatikan aspek ketahanan gempa.

oleh Wuri AnggariniDiperbarui 04 Mei 2025, 13:42 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan groundbreaking Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I). (c) Biro Komunikasi Publik Kementerian PU

Liputan6.com, Jakarta Groundbreaking tanda dimulainya pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) yang berada di Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat akhirnya diresmikan pada Sabtu (03/05/2025) oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Masyarakat sudah menantikan kehadiran flyover tersebut karena dapat mengurai simpul kemacetan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki kelokan tajam dan gradien ekstrem.

Groundbreaking ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Thabrani.

BACA JUGA: Kasus Korupsi Kementerian PU Meluas, Dua Tersangka Baru Ditetapkan

Pembangunan Jalan Baru untuk Mengurangi Kemacetan dan Kecelakaan

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan groundbreaking Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I). (c) Biro Komunikasi Publik Kementerian PU

Menurut Menteri Dody, jalur Sitinjau Lauik I adalah daerah yang rawan kemacetan dan kecelakaan, dengan tikungan atau geometrik jalan yang cukup tajam. Jadi, penanganan yang perlu dilakukan adalah perubahan geometrik lewat pembangunan jalan baru yang sesuai standar teknis, keselamatan dan kenyamanan lalu lintas.

"Pembangunan Flyover Panorama I ini diharapkan juga dapat memperbaiki kondisi geometrik jalan dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempercepat waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat," kata Menteri Dody.

Jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki kelokan tajam dan gradien ekstrem. (c) Biro Komunikasi Publik Kementerian PU

Terkait pembangunan konstruksi Flyover Panorama I ini, Menteri Dody berpesan agar memperhatikan aspek ketahanan gempa. Ia berpendapat, Provinsi Sumatera Barat diketahui dikelilingi oleh patahan yang sewaktu-waktu bisa bergerak. Jadi, sangat penting memperhatikan faktor ketahanan gempa untuk desain Flyover Sitinjau Lauik tersebut.

"Saya berharap karena nanti banyak jembatan, semua jembatan harus mengantongi sertifikat tahan gempa," kata Menteri Dody.

Kerjasama Pemerintah dengan Nilai Investasi Rp2,79 T

Pembangunan Flyover Panorama I merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha melalui skema ketersediaan layanan atau availability payment (KPBU-AP), dengan nilai investasi sebesar Rp2,79 triliun. Proyek ini diprakarsai oleh konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur dengan panjang penanganan 2,77 km terdiri dari AT grade 1,77 km dan elevated 1 km.

Menteri Dody pun berharap dengan adanya kerjasama dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah untuk pembebasan/pengadaan lahan bisa segera diwujudkan agar konstruksi Flyover Sitinjau Lauik berjalan lancar dan memberikan manfaat untuk masyarakat.

"Setelah desain dan lahan siap, kegiatan konstruksi akan dilakukan selama 2 tahun dan dilanjutkan dengan masa layanan selama 10 tahun," kata Menteri Dody.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. (c) Biro Komunikasi Publik Kementerian PU

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri PU Dody Hanggodo atas kunjungan dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Barat. Gubernur berharap konstruksi proyek flyover Sitinjau Lauik dapat segera terealisasi untuk kemajuan masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya