Rempeyek Yutuk, Oleh-Oleh Gurih dari Pantai Cilacap

Masyarakat Cilacap telah lama memanfaatkan yutuk sebagai sumber protein alternatif ketika hasil tangkapan ikan kurang melimpah. Proses pembuatan rempeyek yutuk dimulai dengan penangkapan yutuk di sepanjang garis pantai.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 04 Mei 2025, 03:00 WIB
Pantai Kemiren, Destinasi Wisata Cilacap dengan Ombak yang Menantang/Instagram/pesona.cilacap

Liputan6.com, Cilacap - Rempeyek yutuk adalah jajanan tradisional yang memanfaatkan sumber daya lokal pantai selatan Jawa. Olahan dari undur-undur laut (hippa adactyla) ini telah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat pesisir selama puluhan tahun.

Mengutip dari berbagai sumber, yutuk (undur-undur laut) merupakan krustasea kecil yang hidup di pasir pantai. Hewan ini termasuk dalam famili hippidae dan kerap ditemukan di sepanjang pesisir selatan Jawa.

Masyarakat Cilacap telah lama memanfaatkan yutuk sebagai sumber protein alternatif ketika hasil tangkapan ikan kurang melimpah. Proses pembuatan rempeyek yutuk dimulai dengan penangkapan yutuk di sepanjang garis pantai.

Para pengumpul biasanya mencari yutuk saat air laut surut, di mana hewan kecil ini terlihat bergerak di pasir basah. Yutuk yang telah terkumpul kemudian dibersihkan dan diproses untuk dijadikan bahan baku rempeyek.

Pembuatan rempeyek yutuk mengikuti teknik turun-temurun. Yutuk segar direndam dalam air bersih untuk membersihkan pasir dan kotoran.

Setelah itu, bahan-bahan lain seperti tepung beras, santan, dan bumbu seperti bawang putih, ketumbar, dan kencur dihaluskan menjadi adonan. Yutuk yang telah bersih dicampurkan ke dalam adonan tepung.

Campuran ini kemudian digoreng dalam minyak panas dengan cara disendok tipis-tipis hingga membentuk lingkaran. Sebagai bahan pangan, yutuk mengandung protein tinggi dan kitin yang bermanfaat untuk metabolisme tubuh.

 

Cita Rasa Berbeda

Cita rasa rempeyek yutuk berbeda dengan rempeyek biasa. Teksturnya lebih renyah dengan sentuhan gurih alami dari yutuk.

Aroma khas laut yang tidak terlalu kuat membuatnya disukai berbagai kalangan. Sensasi renyah saat menggigit rempeyek ini menjadi daya tarik utamanya. Beberapa pengrajin di Cilacap masih bertahan memproduksi rempeyek yutuk, terutama di daerah seperti Pantai Widarapayung dan sekitarnya.

Mereka umumnya menjual produk ini secara langsung kepada pembeli atau melalui pesanan khusus. Rempeyek yutuk dapat ditemukan di beberapa tempat di Cilacap.

Wisatawan bisa membeli camilan ini di pasar tradisional, seperti pasar-pasar di Kroya dan Cilacap kota. Selain itu, rempeyek juga dijual di warung-warung kecil yang tersebar di sepanjang jalur pantai selatan.

Bagi yang ingin melihat langsung proses pembuatannya, dapat mengunjungi sentra produksi rumah tangga di Desa Bunton dan daerah sekitarnya. Beberapa toko oleh-oleh khusus di Cilacap juga masih setia menyediakan makanan tradisional ini untuk para pengunjung yang ingin membawanya sebagai buah tangan.

Harga rempeyek yutuk bervariasi tergantung ukuran dan kualitas, umumnya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per bungkus. Beberapa produsen telah mengemasnya lebih modern untuk meningkatkan daya tarik.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya