Kurs USD - IDR Hari Ini di BCA dan Mandiri, Cek di Sini!

Nilai tukar USD terhadap IDR hari ini, 2 Mei 2025, berada di angka Rp 16.485 (jual) di BCA. Simak faktor pengaruhi dan tips aman transaksi!

oleh Arthur GideonDiperbarui 02 Mei 2025, 13:27 WIB
Bank Indonesia (BI) juga menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah ini sejalan dengan pergerakan mata uang Asia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (2/5/2025) pagi di Jakarta, melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp 16.602 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.577 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan kurs BCA di hari yang sama pukul 12:08 WIB, untuk Counter kurs jual USD di angka Rp 16.595,00 dan kurs beli Rp 16.295,00. Untuk Bank Mandiri di Counter tercatat Kurs USD USD - IDR untuk beli di angka Rp 16.275 per USD sedangkan jual di RP 16.625 per USD.

Untuk diketahui, Kurs Jual adalah kurs yang digunakan jika Anda akan menukarkan rupiah dengan mata uang asing. Sementara Kurs Beli adalah kurs yang digunakan saat Anda hendak menukarkan mata uang asing dengan rupiah.

Analisis 

Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas potensi kesepakatan tarif dengan sejumlah negara.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat secara luas merespons pernyataan Trump akan potensi kesepakatan tarif dengan India, Korea, Jepang dan China,” ujarnya dikutip dari Antara.

Kesepakatan dengan negara-negara tersebut diharapkan akan meredakan resesi pada ekonomi AS.

Presiden di Peterson Institute for International Economics (PIIE) Adam Posen baru-baru ini menempatkan risiko resesi AS sebesar 65 persen, dengan menyoroti ketidakpastian kebijakan AS.

Peneliti senior nonresiden di PIIE Gary Clyde Hufbauer juga memprediksi resesi akan terjadi pada paruh kedua tahun ini, seiring dugaannya terhadap sentimen konsumen yang suram dan ketidakpastian dunia usaha akan membebani kinerja kuartal II-2025 ekonomi AS.

The Kobeissi Letter, sebuah publikasi finansial, turut mencatatkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) awal pada kuartal I-2025 tercatat negatif 0,3 persen, jauh di bawah ekspektasi 0,3 persen. Hal ini menandakan angka PDB negatif terendah dan pertama sejak kuartal II-2022, yang berarti kontraksi PDB di AS telah dimulai dan berbagai indikator kini menunjukkan resesi menjadi skenario dasar pada tahun 2025.

“Fokus investor saat ini lebih besar pada perkembangan seputar tarif,” ucap Lukman.

 

Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar USD/IDR

Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memastikan keseimbangan supply dan demand di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Beberapa faktor kunci memengaruhi pergerakan nilai tukar USD/IDR. Kondisi ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat memegang peranan penting. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan kebijakan moneter kedua negara secara langsung mempengaruhi permintaan dan penawaran kedua mata uang tersebut.

Semakin tinggi suku bunga di suatu negara, misalnya, cenderung akan meningkatkan nilai mata uang negara tersebut.

Permintaan dan penawaran USD dan IDR di pasar valuta asing juga sangat menentukan. Jika permintaan terhadap USD tinggi, maka nilai tukarnya akan cenderung meningkat terhadap IDR. Sebaliknya, jika permintaan terhadap IDR tinggi, maka nilai tukar IDR akan menguat terhadap USD.

Faktor politik dan geopolitik juga ikut bermain. Ketidakstabilan politik di Indonesia atau Amerika Serikat dapat menciptakan ketidakpastian yang berdampak pada nilai tukar.

Pergerakan pasar global juga berpengaruh besar. Peristiwa global seperti krisis ekonomi atau perubahan kebijakan moneter negara-negara besar dapat memicu fluktuasi nilai tukar secara signifikan. Terakhir, spekulasi pasar juga berperan. Aktivitas spekulasi oleh pelaku pasar dapat mendorong kenaikan atau penurunan nilai tukar secara tiba-tiba.

Tips Aman Bertransaksi dengan USD/IDR

Pegawai menunjukkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup turun 0,22 persen atau 34 poin ke Rp15.616,5 per dolar AS. Hal tersebut terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS 0,16 persen ke 104,41. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
  • Selalu pantau nilai tukar terkini dari sumber terpercaya seperti situs web bank atau penyedia layanan transfer uang.
  • Bandingkan kurs dari beberapa bank dan penyedia layanan sebelum melakukan transaksi untuk mendapatkan kurs terbaik.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan layanan transfer uang yang menawarkan kurs kompetitif dan biaya transaksi yang rendah.
  • Pahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi nilai tukar untuk membuat keputusan yang lebih tepat.
  • Jangan terburu-buru dalam melakukan transaksi, terutama jika nilai tukar sedang fluktuatif.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya