PT PP Mau Lepas 2 Anak Usaha Tahun Ini, Ada Perusahaan Asing Minat Serius

Sda perusahaan asing yang berminat untuk mengakuisisi anak usaha PT PP yang bergerak di konstruksi kereta api. Ramainya minat tersebut bisa disimpulkan kalau sektor infrastruktur masih memiliki daya tarik.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 01 Mei 2025, 14:10 WIB
Mega super block ini akan menjadi salah satu proyek super block terbesar di Bekasi, dan punya jembatan khusus yang menyambung ke jalan tol.

Liputan6.com, Jakarta - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP berencana melepas anak usahanya pada tahun ini. Ada sejumlah perusahaan nasional dan asing yang disebut berminat serius.

Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP I Gede Upeksa mengatakan, dua anak usaha itu bergerak di bidang Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan konstruksi kereta api. Prosesnya ditargetkan rampung pada Juni 2025 ini.

"Jadi yang akan kita lepas, satu yang di PP Infra yang tadinya bergerak di bidang air, itu saat ini ada tiga yang sudah sangat serius dan lagi proses due diligence, dua perusahaan nasional, satu perusahaan asing," kata Gede dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Kantor PT PP, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Kendati sudah menunjukkan minat yang serius, dia mengatakan prosesnya akan dijalankan mulai bulan depan dengan target selesai di Juni 2025.

"Itu yang lagi berproses due diligence saat ini. Jadi kita harapkan di Mei mereka akan bisa menawarkan dan akan kita proses SPA-nya," ungkapnya.

Gede juga mengatakan ada perusahaan asing yang berminat untuk mengakuisisi anak usaha PT PP yang bergerak di konstruksi kereta api. Ramainya minat tersebut bisa disimpulkan kalau sektor infrastruktur masih memiliki daya tarik.

"Nah, yang satunya lagi yang di kereta, itu ada dua perusahaan yang sudah sangat serius dan melakukan due diligence juga saat ini, yang satu nasional, Indonesia, yang satu perusahaan asing juga, perusahaan asing," ucapnya.

"Jadi infrastruktur ternyata peminatnya masih cukup bagus untuk divestasi," imbuh Gede.

 

Fokus Bisnis Inti

(Foto: Istimewa)

Diberitakan sebelumnya, Direktur Strategi Korporasi dan HCM, I Gede Upeksa menyampaikan divestasi anak usaha dilakukan agar perusahan fokus pada core business-nya. Harapannya hal itu bisa meningkatkan keuntungan dan mengurangi beban utang.

"Sehingga apa-apa bisnis kita yang tidak inline, tidak mendukung core itu akan kita divestasi. Tujuannya adalah satu mendapatkan profit, yang kedua untuk proceed dari divestasi itu untuk menurunkan beban debt kita," tuturnya.

Dia mengatakan, ada dua proses divestasi yang sudah berjalan. Targetnya, pada Juni 2025, proses itu bisa selesai.

"Satu di (sektor) infrastruktur air, yang kedua di infrastruktur kereta api. Nah ini kita merencanakan total proceed-nya kurang lebih di Rp 3 triliun. Itu yang akan kita lakukan dan sudah berproses," kata Gede.

 

Tahapan Divestasi

Tahapannya, ditargetkan Perjanjian Jual Beli (CSPA) sudah bisa selesai pada Mei 2025 dan tahap final jual beli (SPA) bisa selesai satu bulan setelahnya.

"Nah di saat ini kita sudah didampingi oleh Financial Advisor untuk melakukan proses divestasi. Jadi harapannya nanti di bulan Mei sudah ada CSPA dan SPA di bulan Juni, sehingga kita akan bisa memproceed dua anak usaha tersebut," bebernya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya