Ferdy Tahier Khawatir Hoaks dengan AI Bisa Menimpa Dirinya: Mungkin Saja Ada yang Bikin Video Gue Mundur dari Element

Ferdy Tahier menyampaikan salah satu hal terburuk yang kemungkinan bisa saja menimpanya di kemudian hari akibat penyalahgunaan AI untuk membuat hoaks.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 05 Mei 2025, 16:00 WIB
Antusiasme Ferdy Tahier di event All You Can Hear Gigs 2024 yang digelar di Asthana Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2024). (Foto: Ruly Riantrisnanto)

Liputan6.com, Jakarta Di tenngah maraknya penggunaan AI di kalangan masyarakat, hoaks yang disebarkan pihak-pihak tak bertanggung jawab pun masih terus merebak. Tak hanya masyarakat, sejumlah figur publik pun khawatir perpaduan antara hoaks dan AI bisa menjadi momok di masa depan. Hal itu juga dirasakan oleh Ferdy Tahier.

Musisi yang dikenal sebagai vokalis band Element ini, memiliki perhatian yang cukup besar terhadap hoaks yang masih merajalela. Kemunculan AI dan penggunaannya yang mulai cukup intens di kalangan masyarakat, membuat Fardy Tahier mulai lebih peka terhadap teknologi ini.

"Hoaks itu krusial dan bahaya baanget.... Apalagi yang framing kayak keputusan pemerintah dan sebagainya, Makanya krusial banget. Kalau dulu kan paling jadi bahan ketawaan atau tinggal dibantah... Kalau sekarang, bisa aja dari 100 juta, 10 juta yang percaya... Kayak misalnya saya diberitakan anaknya Ratu Elizabeth, kalau yang enggak ngerti, pasti bilang, 'Oh begitu?'" ujarnya saat dihubungi Showbiz Liputan6.com, dikutip Jumat (2/5/2025).

Baarulah setelah itu Ferdy Tahier menyampaikan kemungkinan AI bisa jadi alat hoaks yang ampuh. "Dulu saya pernah nyoba tanya sama Chat GPT, 'Siapa Ferdy Tahier?' Jawabannya, masa saya dibilang keturunan bangsawan dari Inggris yang berlayar... Itu saya posting untuk bercandaan, tapi tak sedikit yang komentar, 'Oh, enggak nyangka ya mas Ferdy ternyata seorang bangsawan," kenangnya.

 


Mengerikannya Hoaks Menggunakan AI

Ferdy Tahier vokalis Element bersama para personel bandnya yang lain, Rocker Kasarunk, saat berkunjung ke kantor Liputan6.com di Gedung KLY, Jakarta, pada Selasa (1/10/2024). (Foto: Herman Zakharia)

Seiring perkembangan waktu, masyarakat kini sudah bisa mengetahui mana kabar hoaks dan bukan. Namun sayangnya, teknologi juga semakin canggih dan rawan disalahgunakan sebagai media hoaks.

Ferdy pun menyampaikan salah satu hal terburuk yang kemungkinan bisa saja menimpanya di kemudian hari.

"Nah, sekarang, orang kan inginnya bukti kan, bukti omongan atau orangnya ada. Sudah mulai pintar nih ceritanya. Eh, teknologi makin pintar juga. Ada face swap, muka bisa diganti, suara bisa disamain," ujarnya.

"Makin ngeri itu. Bayangin nanti ada yang bikin gua ngomong, 'Sorry, gua Ferdy, bakal mengundurkan diri dari Element.' Padahal itu cuma AI, mau apa? Itu kan termasuk hoaks juga," sambungnya.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya