Liputan6.com, Maluku - Kue bagea merupakan salah satu kue tradisional yang memiliki cita rasa khas dan aroma menggoda. Kue ini banyak ditemukan di Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, dan Papua.
Mengutip dari berbagai sumber, bagea terbuat dari tepung sagu sebagai bahan utamanya. Cara membedakan kue ini dari kue lainnya adalah penggunaan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.
Advertisement
Rempah-rempah ini memberikan aroma khas yang kuat dan rasa yang kaya. Selain itu, gula merah sering digunakan sebagai pemanis. Salah satu keunikan bagea adalah campuran kacang-kacangan di dalamnya. Kacang tanah, mete, atau kacang kenari sering ditambahkan ke dalam adonan.
Kacang kenari, khususnya, memberikan tekstur renyah yang khas. Saat digigit, kue ini menghasilkan sensasi kriuk yang membuatnya semakin nikmat.
Bagea dimasak dengan cara dipanggang dalam oven. Akan tetapi, di beberapa daerah kue ini masih dibungkus dengan daun enau atau daun lontar sebelum dipanggang.
Daun-daun ini memberikan aroma tambahan yang khas. Setelah dipanggang, bagea memiliki tekstur kering dan padat, tetapi tetap lembut di bagian dalam.
2 Varian Rasa
Kue bagea umumnya memiliki dua varian rasa, yaitu manis dan asin. Varian manis lebih dominan dengan penggunaan gula merah.
Sedangkan varian asin lebih menonjolkan rasa gurih dari kacang dan sedikit garam. Kue ini sering disajikan bersama teh atau kopi hangat.
Di Manado dan daerah sekitarnya, bagea mudah ditemukan di pusat oleh-oleh. Harganya yang terjangkau membuat kue ini banyak diburu wisatawan sebagai buah tangan.
Kemasannya yang sederhana, biasanya dibungkus plastik atau kotak kardus, tidak mengurangi minat pembeli untuk membawanya pulang. Meskipun terlihat sederhana, bagea memiliki keunikan yang sulit ditemukan pada kue lainnya.
Kombinasi rempah, kacang, dan metode pembuatan tradisional menjadikannya kue dengan cita rasa yang khas. Kue bagea terus bertahan sebagai salah satu hidangan tradisional yang disukai banyak orang.
Penulis: Ade Yofi Faidzun