Liputan6.com, Gorontalo - Desa Bontula, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, kini memiliki ruang baru yang menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan pendidikan warga. Hal itu terlihat setelah diresmikan Bantayo (rumah) Pendidikan Rakyat, sebuah inisiatif dari Kolektif Perempuan Tani Bontula Lestari yang didukung oleh Institute for Human and Ecological Studies (Inhides) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Gorontalo.
Peresmian dihadiri oleh Sekretaris Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan organisasi masyarakat sipil pendamping Rabu (30/4/2025). Pembangunan Bantayo ini mendapat dukungan dari Program Pendanaan Langsung Yayasan Solidaritas Dana Nusantara Siklus 3 Tahun 2024.
Advertisement
Bantayo bukan sekadar balai pertemuan, tetapi dirancang sebagai ruang belajar dan pemberdayaan yang menyatu dengan lingkungan. Fasilitas ini terintegrasi dengan kolam ikan, kebun sayur, area pembibitan tanaman tahunan, serta tempat penjemuran hasil pertanian.
“Bantayo ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang belajar yang hidup. Di sini kami bisa menanam, memanen, menjemur hasil panen, dan menyimpan alat pertanian. Pendidikan rakyat itu tidak terbatas pada ruang kelas, tapi pada seluruh proses kehidupan,” kata Samiya Suraji, Koordinator Kolektif Perempuan Tani Bontula Lestari.
Terletak di kaki Gunung Boliyohuto dan berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa Nantu, Desa Bontula merupakan wilayah hulu dari Sungai Paguyaman, yang merupakan sungai terpanjang di Provinsi Gorontalo. Kondisi geografis ini menjadikan Bontula wilayah yang strategis dari sisi ekologis dan sosial.
Meski demikian, dusun ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. Akses jalan yang terbatas serta ketiadaan jaringan listrik dan telekomunikasi membuat aktivitas sosial warga minim. Selain masjid, hampir tidak ada fasilitas publik yang memadai. Bantayo hadir untuk menjawab kebutuhan ruang bersama yang mendesak.
“Ini langkah strategis untuk komunitas petani, khususnya perempuan. Jika dikelola bersama, Bantayo bisa menjadi wadah memperkuat solidaritas dan ruang diskusi tentang kebutuhan petani, baik sebagai produsen maupun warga negara yang memiliki suara,” kata Defri Sofyan, Direktur Eksekutif Walhi Gorontalo.
Dengan kehadiran Bantayo Pendidikan Rakyat, warga Dusun Bontula diharapkan mampu membangun solidaritas, meningkatkan kapasitas ekonomi, serta memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan membangun desa secara mandiri dan berkelanjutan.