Kapolda Metro Jaya Ingatkan Anggota Tidak Lengah Amankan Hari Buruh di Monas

Kepala Kepolisian Daerah Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya) Inspektur Jenderal (Irjen) Karyoto mengingatkan bahwa Jakarta merupakan barometer nasional.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 30 April 2025, 02:12 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto saat memimpin apel pengamanan May Day 2025, Selasa (29/4/2025). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Kepolisian Daerah Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya) Inspektur Jenderal (Irjen) Karyoto mengingatkan bahwa Jakarta merupakan barometer nasional.

Oleh karena itu, Karyoto mengingatkan semua anggotanya tidak lengah saat melakukan pengamanan peringatan Hari Buruh atau May Day di Monumen Nasional (Monas) pada 1 Mei 2025.

Hal itu disampaikan Karyoto saat memimpin apel pengamanan May Day 2025, Selasa (29/4/2025). Total ada 13.252 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan Hari Buruh di Jakarta.

"Jakarta adalah barometer nasional. Setiap peristiwa yang terjadi di Jakarta akan menjadi perhatian publik nasional, bahkan internasional dan berpotensi memicu efek domino di daerah lain," kata Karyoto saat menyampaikan sambutannya.

"Maka dari itu kita tidak boleh lengah sekecil apa pun. Gangguan keamanan di Jakarta dapat berdampak luas, baik secara sosial, politik, maupun ekonomi," tegasnya.

May Day tahun ini diprediksi diikuti 200 ribu orang di kawasan Monas. Karyoto menekankan pentingnya kesiapan lintas wilayah, mengingat massa juga akan datang dari Banten dan Jawa Barat.

"Oleh karena itu, koordinasi lintas wilayah, soliditas antar instansi, serta kesiapan individu menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Beberapa hal yang perlu saya tekankan pada seluruh personel yang bertugas," ujar Karyoto.

Karyoto kemudian menekankan beberapa hal kepada seluruh personel yang bertugas antara lain pengamanan humanis, hindari sikap arogan, deteksi dini potensi konflik, kelola arus lalu lintas agar publik tak terganggu, serta jaga sinergi antarinstansi.

"Saya menekankan kepada seluruh personel untuk bersikap profesional. Utamakan pelayanan kepada masyarakat, hormati hak asasi tetapi tetap tegas dan tidak ragu dalam menghadapi setiap pelanggaran hukum. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif sehingga stabilitas nasional tetap terjaga," ucap Karyoto.

 

Buruh Minta Prabowo Turun Tangan Atasi PHK Massal

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri acara Hari Buruh di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2019). (merdeka.com/Imam Buhori)

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025 (May Day) akan jadi momentum penting bagi kalangan kelas pekerja. Sejumlah isu ketenagakerjaan akan disuarakan buruh di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban mengatakan, perayaan May Day kali ini berbeda lantaran ada rencana Kepala Negara akan hadir. Menurutnya, hal ini jadi momentum menyuarakan aspirasi buruh.

"Yang kami katakan nanti sampaikan adalah terima kasih untuk kehadiran presiden untuk pertama kali setelah May Day diakui di Indonesia, bertemu dengan serikat buruh," kata Elly saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (29/4/2025).

Momentum spesial ini akan digunakan oleh buruh untuk menyampaikan berbagai isu. Pertama, mengenai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atau Undang-Undang Cipta Kerja. Kedua, mengenai isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Ketiga, isu pekerja outsourcing. Keempat, keselamatan pekerja anak buah kapal. Kelima, mengenai isu ketenagakerjaan lainnya termasuk kesetaraan gender.

"Nanti akan kita suarakan tentang perlindungan sosial yang meng-cover seluruh masyarakat, lalu kita juga akan menyampaikan statement kita tentang PHK massal biar pemerintah melihat ini dengan adil demi kemanusiaan," tuturnya.

Terkait keselamatan anak buah kapal, Elly mendorong pemerintah merativikasi konvensi International Labour Organization (ILO) 188 tentang pekerjaan di bidang perikanan.

Dia mengaku tak akan berfokus menagih janji-janji pemerintah dalam kampanye sebelumnya. Namun, dia ingin memastikan kesejahteraan pekerja bisa jadi perhatian mengingat tingginya tantangan ekonomi global.

"Kita akan katakan keberlangsungan pekerjaan karena di masa kepemimpinan mereka masuk kepemimpinan mereka sekarang memang dihadapkan dengan isu hantaman ekonomi global ada tarif," ujar Elly.

Infografis

Tragedi Haymarket

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya