Liputan6.com, Bandung - Hari Pendidikan Nasional diperingati pada 2 Mei setiap tahunnya di Indonesia sebagai bentuk pengingat atas pentingnya pendidikan bagi masyarakat hingga penghormatan terhadap tokoh pendidikan Ki Hadjar Dewantara.
Kemudian peringatan ini bukan sekadar mengenang sejarah panjang perkembangan pendidikan di Indonesia tetapi juga menjadi momen refleksi terhadap pentingnya pendidikan dalam membangun karakter bangsa.
Advertisement
Sebagai informasi, pendidikan adalah pondasi utama dalam menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berakhlak mulia karena nantinya akan menentukan arah masa depan suatu negara.
Adapun sejarah pendidikan di Indonesia sendiri menunjukkan perjuangan yang tidak mudah. Pasalnya, pada masa penjajahan, akses pendidikan di Indonesia hanya dinikmati oleh kalangan tertentu.
Selain itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pendidikan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang para pendahulu yang harus terus kita jaga dan kembangkan.
Kemudian pendidikan juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman. Melalui pendidikan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan cinta tanah air dapat ditanamkan sejak dini.
Pada peringatan tahun ini pemerintah juga telah membagikan tema hingga logo Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2025. Tema dan logo tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7441/MDM.A/TU.02.03/2025.
Tema Hardiknas 2025
Melansir dari Surat Edaran tersebut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2025 mengusung tema yang bertajuk “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Kemudian pada bagian logonya menampilkan gambaran seakan-akan tiga sosok manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang menjulang ke atas dengan gerakan dinamis serta penuh semangat.
Ketiga sosoknya digambarkan sebagai keberagaman, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam dunia pendidikan Indonesia. Warna-warnanya yang digunakan juga menggambarkan semangat, kreativitas, energi positif, dan inklusivitas dalam proses pendidikan.
Pada logo tersebut juga sosok yang berada di tengah dengan warna biru dan mengarah paling tinggi, mengarah langsung ke sebuah bintang berwarna emas di atasnya. Bintangnya memiliki lambang cita-cita, harapan, serta tujuan mulia pendidikan.
Makna dan Kesan Kuat
Pada bagian bintangnya melambangkan tujuan mulia pendidikan yaitu membentuk generasi unggul yang mampu meraih masa depan gemilang dan tiga sosok tersebut menggambarkan keterlibatan tiga pilar pendidikan yaitu peserta didik, pendidik, dan masyarakat.
Sementara itu, tulisan “HARDIKNAS 2025” pada logonya memberi kesan kuat serta tegas yang mencerminkan komitmen hingga fokus bangsa dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Logonya menyisipkan pesan bahwa pendidikan adalah upaya kolektif, inklusif, serta penuh semangat dalam mencapai bintang atau simbol tertinggi dari pengetahuan, karakter, dan kemajuan bangsa.
Link Download Logo Hardiknas 2025 dan Susunan Acaranya
Masyarakat bisa mengunduh logo Hari Pendidikan Nasional 2025 melalui situs resmi Kemendikdasmen atau melalui link berikut:
- https://www.kemendikdasmen.go.id/pengumuman/12693-Pedoman-Peringatan-Hari-Pendidikan-Nasional-Tahun-2025.
Adapun gelaran upacara Hari Pendidikan Nasional 2025 dilaksanakan secara serentak pada Jumat, 2 Mei 2025 mulai pukul 07.00 waktu setempat. Acaranya wajib digelar oleh instansi pemerintahan, sekolah, hingga kantor perwakilan RI di luar negeri.
Melansir dari pedoman resmi dari Kemendikdasmen berikut ini susunan upacara bendera Hardiknas 2025 yang dapat diperhatikan:
- Pimpinan Upacara memasuki lapangan.
- Pembina Upacara tiba di tempat.
- Penghormatan kepada Pembina Upacara.
- Laporan Pemimpin Upacara.
- Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.
- Mengheningkan Cipta.
- Pembacaan naskah Pancasila.
- Pembukaan UUD 1945.
- Penganugerahan Tanda Kehormatan (jika ada).
- Amanat Pembina Upacara.
- Pembacaan Doa.
- Laporan Penutupan.
- Penghormatan terakhir.
- Pembina meninggalkan mimbar.
- Upacara seleksi dan pembubaran barisan.
Sebagai informasi, sebelum pelaksanaan doa petugas harus menyampaikan bahwa doa-doa disesuaikan dengan agama masing-masing peserta.