Pengumuman Sistem Penjurusan SMA Diumumkan Saat Hardiknas 2025

Kembalinya sistem penjurusan di SMA, IPA, IPS, dan Bahasa, akan diumumkan pada saat Hardiknas 2025.

oleh Nila Chrisna YulikaDiterbitkan 29 April 2025, 09:05 WIB
Ilustrasi belajar, siswa, murid, pelajar, sekolah, SMA. (Photo by Ed Us on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei di Indonesia untuk memperingati hari lahir Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional.

Peringatan ini bukan hari libur nasional, namun menjadi momentum penting bagi seluruh insan pendidikan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menumbuhkan rasa nasionalisme. 

Tahun ini, Hardiknas 2025 menjadi sorotan karena akan ada pengumuman penting terkait sistem penjurusan di SMA.

Keputusan mengembalikan sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA telah menjadi perbincangan hangat. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa Komisi X telah menyetujui rencana tersebut. 

Namun, pengumuman resmi terkait kebijakan ini baru akan disampaikan pada peringatan Hardiknas 2025 mendatang. Hal ini disampaikan usai rapat tertutup antara Komisi X DPR dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).

Sistem Penjurusan SMA Kembali Diaktifkan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya akan kembali memberlakukan penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) guna menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). 

Kehadiran TKA ini sebagai salah satu pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru di tingkat perguruan tinggi dan akan mulai diuji coba pada murid kelas 12 atau kelas 3 SMA pada November 2025.

“TKA itu nanti berbasis mata pelajaran untuk membantu para pihak, terutama murid yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Nah, karena tesnya berbasis mata pelajaran sehingga ke depan ini jurusan akan kami hidupkan lagi. Jadi, nanti akan ada lagi jurusan IPA, IPS, dan Bahasa,” kata dia seperti dikutip dari Antara.

Dalam TKA nanti, lanjut Mu'ti, akan ada mata pelajaran yang wajib diikuti oleh siswa dari ketiga jurusan tersebut, yakni mata pelajaran bahasa Indonesia dan matematika, ditambah dengan mata pelajaran khusus jurusan.

Oleh karena itu, kata dia, murid dengan penjurusan IPA dapat memilih tambahan tes fisika, kimia atau biologi selain tes bahasa Indonesia dan matematika. Sementara murid dengan penjurusan IPS dapat mengambil tambahan tes ekonomi, sejarah, dan mata pelajaran lain yang ada dalam rumpun ilmu sosial. 

Hardiknas 2025: Lebih dari Sekadar Peringatan

Peringatan Hardiknas 2025 bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara, tetapi juga menjadi ajang untuk mengumumkan kebijakan penting di bidang pendidikan. Pengumuman terkait sistem penjurusan SMA ini menjadi bukti bahwa Hardiknas berperan penting dalam menentukan arah pendidikan di Indonesia.

Dengan adanya pengumuman yang akan disampaikan pada Hardiknas 2025, diharapkan dapat memberikan kepastian dan kejelasan bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Hal ini penting untuk memastikan kesiapan dan keselarasan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Semoga kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing.

Peringatan Hardiknas 2025 diharapkan dapat menjadi momentum untuk merefleksikan kembali tujuan pendidikan nasional dan bagaimana peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkannya.

Semoga semangat Ki Hadjar Dewantara, "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani," dapat terus menginspirasi dan menggerakkan insan pendidikan di Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Infografis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Mulai 2025 (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya