Donald Trump Klaim Volodymyr Zelenskyy Siap Serahkan Krimea

Donald Trump mengklaim Zelenskyy siap korbankan Krimea demi perdamaian dengan Rusia, namun Ukraina tegas menolak dan menyebut pernyataan Trump kontroversial.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 28 April 2025, 18:35 WIB
Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy adu mulut di Ruang Oval, Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025), saat membahas perang Ukraina-Rusia. (AP)

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia yakin Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy siap menyerahkan Krimea ke Rusia sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Di sisi lain, Trump juga meningkatkan tekanan pada Vladimir Putin, dengan mengatakan presiden Rusia harus "berhenti menembak" dan menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan invasi Moskow pada Februari 2022.

Komentar Trump muncul sehari setelah dia bertemu Zelenskyy selama pemakaman Paus Fransiskus, mencairkan suasana setelah pertikaian besar antara pemimpin AS dan Ukraina di Gedung Putih pada bulan Februari, dikutip dari france24, Senin (28/4/2025).

"Oh, saya kira begitu," kata Trump kepada wartawan di Bedminster, New Jersey, ketika ditanya apakah menurutnya Zelenskyy siap untuk menyerahkan Krimea, meskipun presiden Ukraina berulang kali mengatakan bahwa dia tidak akan pernah melakukannya.

Trump menambahkan bahwa selama pembicaraan mereka di Vatikan, mereka telah "sebentar" membahas nasib semenanjung Laut Hitam, yang dianeksasi Moskow pada tahun 2014.

Presiden AS berusia 78 tahun itu, yang sebelum pelantikannya membanggakan bahwa ia dapat menghentikan invasi Rusia ke Ukraina dalam satu hari, melancarkan serangan diplomatik untuk menghentikan pertempuran setelah menjabat pada bulan Januari.

Kyiv dan sekutu barat khawatir bahwa Trump akan beralih ke posisi Moskow.

Namun, pemimpin AS itu tampak semakin tidak sabar dengan Putin dalam beberapa hari terakhir.

 

Rusia Lancarkan Serangan Pesawat Nirawak

Salah satu dari dua rudal menghancurkan bagian dari gedung apartemen antara lantai empat dan sembilan, kata Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko. (AFP/Ukrainian Emergency Service)

Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal, menewaskan empat orang di wilayah di seluruh Ukraina timur dan melukai lebih dari selusin orang.

"Saya ingin dia berhenti menembak, duduk, dan menandatangani kesepakatan," kata Trump pada hari Minggu ketika ditanya apa yang diinginkannya dari Putin.

"Saya yakin kita memiliki batasan kesepakatan, dan saya ingin dia menandatanganinya."

Gedung Putih mengatakan bahwa tanpa kemajuan yang cepat, mereka dapat meninggalkan perannya sebagai perantara. Trump mengindikasikan bahwa ia akan memberikan proses tersebut "dua minggu".

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Minggu pagi menekankan pentingnya minggu depan.

"Kami sudah dekat, tetapi kami belum cukup dekat," kata Rubio.

Namun, AS masih frustrasi dengan kedua belah pihak, karena perang yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina timur dan menewaskan puluhan ribu orang, terus berlanjut.

INFOGRAFIS JOURNAL_Konflik Ukraina dan Rusia Ancam Krisis Pangan di Indonesia? (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya