Perusahaan Kesehatan AS Borong Bitcoin Rp 168,5 Miliar

Semler Scientific kini memiliki total lebih dari 3.300 Bitcoin senilai sekitar Rp 5 triliun.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 28 April 2025, 16:00 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Aleksi Raisa)168

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi perawatan kesehatan asal Amerika Serikat, Semler Scientific membeli Bitcoin (BTC) senilai sekitar USD 10 juta atau Rp 168,5 miliar.

Mengutip Cointelegraph, Senin (28/4/2025) perusahaan membeli 111 Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar USD 90.000 atau Rp1,5 miliar per koin pada 14 Februari 2025.

Dengan pembelian terbaru Semler Scientific kini memiliki total lebih dari 3.300 Bitcoin senilai sekitar USD 300 juta (Rp5 triliun) secara agregat.

Semler mengatakan pembelian Bitcoinnya telah menghasilkan imbal hasil Bitcoin bagi pemegang saham sebesar 23,5% tahun ini.

Imbal hasil Bitcoin mengukur rasio kepemilikan BTC terhadap saham yang beredar, yang mencerminkan peningkatan eksposur per saham bagi investor.

"Semler Scientific menggunakan BTC Yield sebagai (indikator kinerja utama) untuk membantu menilai kinerja strateginya dalam memperoleh Bitcoin dengan cara yang diyakini Semler Scientific akan menambah nilai bagi pemegang saham," terangya.

Semler juga membeberkan, pihaknya memperoleh treasury Bitcoin dengan harga rata-rata hampir USD 89.000 (Rp1,4 miliar). 

Sebagai informasi, Semler Scientific adalah perusahaan teknologi perawatan kesehatan yang mengembangkan dan menjual produk diagnostik medis, dengan fokus utama pada pendeteksian penyakit kronis.

Perusahaan tersebut telah membiayai sebagian pembelian Bitcoinnya dengan menerbitkan sekitar USD 125 juta atau Rp2,1 triliun) dalam bentuk saham baru.

Pada Januari 2025, Semler juga mengumumkan rencana untuk mengumpulkan USD 75 juta (Rp1,2 triliun) melalui penawaran privat obligasi senior yang dapat dikonversi.

 

 

2 Perusahaan Asia Tambah Kepemilikan Bitcoin, Nilainya Bikin Geleng-geleng

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Sejumlah perusahaan di Asia tengah meningkatkan kepemilikan Bitcoin (BTC) mereka. Salah satu di antaranya yakni Metaplanet asal Jepang dan HK Asia Holdings dari Hong Kong.

Melansir Cointelegraph, Metaplanet yang berkantor pusat di Tokyo mengungkapkan bahwa pihaknya telah memperoleh tambahan 145 Bitcoin (BTC) seharga USD 13,4 juta atau Rp225 miliar.

Kenaikan tersebut meningkatkan total kepemilikan Bitcoin Metaplanet menjadi 5.000 BTC.

CEO Metaplanet Simon Gerovich mengonfirmasi bahwa perusahaan telah mencapai 50% dari target awalnya untuk mengumpulkan 10.000 BTC pada akhir tahun 2025.

Diketahui, Metaplanet telah aktif dalam operasi perbendaharaan Bitcoin, menggunakan penerbitan obligasi dan strategi pendapatan Bitcoin seperti menjual opsi jual BTC yang dijamin tunai untuk membiayai akuisisinya.

Sejak memulai strategi Bitcoinnya, saham Metaplanet telah melonjak lebih dari 3.000%. Perusahaan tersebut bermaksud untuk menyimpan 21.000 BTC pada penutupan tahun 2026.

 

HK Asia Holdings

Ilustrasi: Bitcoin

Adapun HK Asia Holdings yang juga mengumumkan rencana untuk mengumpulkan sekitar USD 8,35 juta atau Rp140,2 miliar dengan menerbitkan saham baru dan obligasi konversi untuk berpotensi membeli lebih banyak Bitcoin.

Menurut pengajuan pada 23 April 2025, perusahaan tersebut menandatangani perjanjian langganan saham dan obligasi konversi (CN) setelah jam perdagangan.

Kesepakatan tersebut mencakup penerbitan 3.272.000 saham baru dengan harga langganan 4,01 dolar Hong Kong per saham, bersama obligasi konversi senilai 52,38 juta Dolar Hong Kong dalam jumlah pokok agregat. Saham yang baru diterbitkan tersebut akan mewakili sekitar 0,82% dari total saham HK Asia Holdings yang beredar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya