Modus Baru Penipuan Bansos, Simak Cara Menghindarinya

Kenali modus penipuan bansos melalui tautan palsu, pesan berantai, dan akun media sosial palsu agar Anda terhindar dari kerugian finansial dan pencurian data pribadi.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 25 April 2025, 15:10 WIB
Penelusuran klaim pendaftaran untuk mendapat bansos akhir tahun Rp 5 juta.

Liputan6.com, Jakarta- Penipuan berkedok bantuan sosial (bansos) semakin marak terjadi. Modus operandinya beragam, mulai dari tautan palsu yang mengarahkan ke situs web palsu hingga pesan berantai yang menjanjikan bansos dengan syarat yang mudah. Korban biasanya kehilangan uang atau data pribadi penting seperti NIK dan nomor rekening. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana mengenali dan menghindari hoaks bansos.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah meluncurkan berbagai program bansos untuk membantu masyarakat kurang mampu. Sayangnya, banyak pihak yang memanfaatkan kebaikan ini untuk melakukan penipuan. Mereka memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Kejahatan digital ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan data pribadi korban.

Artikel ini akan membahas berbagai modus penipuan bansos dan memberikan panduan praktis untuk mengenali dan menghindarinya. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari kejahatan siber yang semakin canggih ini. 

Modus Penipuan Bansos yang Perlu Diwaspadai

Salah satu modus yang paling umum adalah penyebaran tautan palsu melalui SMS, pesan instan, atau media sosial. Tautan ini mengklaim sebagai situs resmi pendaftaran atau pencairan bansos, tetapi sebenarnya mengarah ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi atau informasi keuangan. Waspadalah terhadap tautan yang meminta informasi pribadi seperti NIK, nomor rekening, atau data kartu keluarga.

Selain tautan palsu, pesan berantai juga menjadi alat yang efektif bagi para penipu. Informasi palsu tentang bansos baru, persyaratan yang diada-adakan, atau jadwal pencairan yang fiktif sering disebar melalui pesan berantai. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Akun media sosial palsu juga sering digunakan untuk menipu masyarakat. Penipu membuat akun yang mengatasnamakan instansi pemerintah atau lembaga penyalur bansos. Oleh karena itu, selalu periksa keaslian akun tersebut sebelum mempercayai informasi yang dibagikan.

Ciri lain yang perlu diwaspadai adalah tawaran bansos dengan jumlah yang sangat besar atau persyaratan yang sangat mudah. Jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Jangan tergiur oleh iming-iming yang tidak masuk akal.

Cara Mengenali dan Menghindari Hoaks Bansos

Untuk menghindari menjadi korban penipuan bansos, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan. Pertama, selalu periksa sumber informasi. Pastikan informasi berasal dari sumber terpercaya seperti situs web resmi pemerintah (Kemensos, misalnya), media massa ternama, atau lembaga verifikasi fakta.

Kedua, jangan langsung percaya informasi yang diterima. Cari informasi dari beberapa sumber untuk memastikan kebenarannya. Bandingkan informasi yang Anda terima dengan informasi dari sumber resmi pemerintah.

Ketiga, waspadai tanda-tanda hoaks. Perhatikan judul yang sensasional, tata letak website yang tidak rapi, dan bahasa yang tidak baku. Jika ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut.

Keempat, jangan mudah tergiur iming-iming. Waspadalah terhadap tawaran bansos yang terlalu mudah didapatkan atau dengan jumlah yang tidak masuk akal. Ingatlah, pemerintah memiliki prosedur yang jelas dalam penyaluran bansos.

Kelima, gunakan aplikasi resmi dari pemerintah untuk mengecek status penerima bansos, seperti aplikasi Cek Bansos Kemensos. Aplikasi ini dapat membantu Anda memastikan apakah Anda benar-benar berhak menerima bansos dan menghindari penipuan.

Terakhir, laporkan informasi mencurigakan kepada pihak berwenang atau lembaga verifikasi fakta. Dengan melaporkan informasi palsu, Anda dapat membantu mencegah orang lain menjadi korban penipuan.

Langkah-langkah Aman untuk Mencegah Penipuan Bansos

  • Selalu periksa informasi dari sumber resmi pemerintah.
  • Jangan pernah memberikan data pribadi melalui tautan atau pesan yang tidak terpercaya.
  • Gunakan aplikasi resmi untuk mengecek status bansos.
  • Laporkan setiap informasi mencurigakan kepada pihak berwenang.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan memahami modus operandi penipuan bansos, Anda dapat melindungi diri dari informasi palsu dan mencegah kerugian finansial maupun data pribadi. Ingatlah, pemerintah memiliki saluran resmi untuk penyaluran bansos, dan tidak akan meminta data pribadi melalui cara-cara yang tidak resmi.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya